Minggu, 16 Mei 2010

Tidak ada pengendara yang lamban, yang ada adalah hati-hati.


Berkendara, mau apapun kendaraanya, motor atau mobil, memang enak jika dikendarakan dengan kecepatan yang tinggi. Dengan pemikiran cepat sampai di tujuan, juga terasa enak rasanya, melewati mobil-motor yang lamban. Sewaktu melintas melewati kendaraan-kendaraan itu kita mikir, kadang sedikit kesal, “Kok lambat amat sih ?” berfikir dalam hati.

Terus, sewaktu melewati, kadang kita amati orang yang sedang mengendarai. Pada umumnya, mereka itu perempuan, ibu-ibu, dan kelihatan agak tegang tersirat di wajah.

Ini banyak hubungannya dengan kepercayaan diri. Biasanya ibu-ibu itu kurang percaya diri dalam berkendara, tapi jangan salah, banyak juga yang percaya diri dan bisa dibilang cukup “sruntulan”. Kurang percaya diri menjadikan dirinya takut-takut dan ekstra hati-hati. Keinginan hati ingin cepat sampai, namun takut celaka dan jadi berhati-hati. Ujung-ujungnya lambat.

Jangan salah, ibu-ibu itu banyak yang naik mobil mewah dengan cc 3000-an. Anda boleh pikirkan bagaimana mesin yang punya performa tinggi dibawa dengan hati-hati. Tetap saja lambat. Jadi, bukan mobilnya yang lamban, tapi pengendaranya yang berhati-hati.

Kehati-hatian juga bisa timbul bukan hanya dari percaya diri yang kurang, bisa juga karena pengalaman dimasa yang lalu, atau kesadaran akan keselamatan yang cukup tinggi. Coba kita amati. Saya adalah pengendara motor yang setia. Sering saya temui di jalan-jalan, pengendara motor dengan atribut-atribut klubnya dan sangat mudah diidentifikasikan (dari atribut-atribut tersebut) bahwa pengendaranya adalah “anak motor”. Biasanya, anak motor lebih sadar akan keselamatan (kalau klubnya klub yang positif dan serius), kalo gak, buat apa ikutan klub ?

Nah, anak-anak motor itu, biasanya justru lebih lambat bawa motor dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya yang pake helm cetok, celana pendek, pake sendal dan bawa motornya serabutan. Dilihat dari motornya, itu motor bagus, cc nya lebih gede dari motor bebek, dan pasti bisa ngebut dengan kecepatan tinggi. Namun, kenapa tetap dibawa pelan ? takut ? Pastinya anak motor gak takut ngebut, mereka cenderung lambat karena hati-hati dan sadar keselamatan.

Dengan ngebut, atau berkecepatan tinggi, banyak faktor resiko yang anda kumpulkan. Resiko dinamika jalan raya yang sangat cepat berubah, Waktu reaksi yang menjadi lebih pendek dan singkat, Ruang antara kendaraan anda dan kendaraan didepan yang berkurang dan berubah-ubah dengan cepat, dan lain-lain sebagainya.

Buku BRC handbook dari MSF bilang “Good rider keep risk factor number in check”. Berusahalah untuk selalu menjaga jumlah faktor resiko yang mengancam tetap rendah. Jangan menambah faktor-faktor resiko baru. Orang yang sadar hal ini, akan lebih berhati-hati dan otomatis, biasanya, jalannya lambat. Bukan berarti takut, tapi bertindak cerdas dan elegan. Anak motor tetep keliatan keren kok walaupun jalan lambat, malah kelihatan simpatik. Kalo ngebut, orang bukannya malah memuji, tapi malah mencibir.

Jalan lambat bukanlah AIB.

Ayo Safety Riding untuk keselamatan bersama, pilih Honda sebagai motor yang aman karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia, cuma Honda yang benar-benar Peduli.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca artikel ini, mohon komentar anda dan jangan bosan untuk membaca artikel lainnya, tulis nama anda setelah berkomentar, trims.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer