Sabtu, 27 Maret 2010

Honda Bengkulu Safety Riding Goes to School

Honda memang benar-benar pelopor safety riding di Indonesia, wujud nyata dari ini semua dapat kita saksikan sendiri pada kegiatan Honda Bengkulu yang bertajuk "Honda Bengkulu Safety Riding Goes to School 2009" dimana tidak hanya dilakukan di kota Bengkulu tetapi juga di kabupaten-kabupaten yang ada di Propinsi Bengkulu.

Salah satu bentuk kepedulian Honda Bengkulu adalah melaksanakan pelatihan safety riding terhadap pengendara pemula tepatnya siswa SMPN 1 Kota Bengkulu pada tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu. Rahmad, safety riding instruktur HSO Bengkulu, di sela "Safety Riding Go To School" mengatakan kegiatan ini bertujuan agar siswa yang dilatih dapat menjadi safety advisor bagi pengendara lain sebayanya. Dengan safety riding, mudah-mudahan angka kecelakaan yang mencapai 75% karena human error saat ini bisa ditekan. (http://www.welovehonda.com)


Di bawah ini adalah Laporan Kegiatan Safety Riding in Honda Fiesta Bengkulu dan Muko-Muko bersumber dari FB Hondaholic Bengkulu :






Honda yang selalu mengutamakan keselamatan para pengguna sepeda motornya, jelas Honda pelopor safety riding di Indonesia. Bagaimana menurut anda ?

Jumat, 26 Maret 2010

Tips Safety Riding : Sebelum Berkendara

Tips berkendaraan aman (safety riding) sebelum berkendara yang di kampanyekan oleh PT. Astra Honda Motor dan perlu untuk kita ketahui adalah sebagai berikut :

1. Pemanasan tubuh
Dikarenakan pentingnya menjaga keseimbangan pada waktu mengendarai sepeda motor, maka pastikan tubuh dan mental dalam kondisi sehat dan siap untuk berkendara.

2. Perlengkapan Berkendara

Helm


* Biasakanlah untuk selalu menggunakan helm pelindung ketika mengendarai sepeda motor , karena kepala merupakan bagian tubuh terpenting dari manusia.
* Tali pengikat helm harus dipasang dan dikencangkan secara benar untuk mencegah helm terlepas ketika terjatuh.

Sepatu
* Gunakanlah sepatu, tidak dianjurkan menggunakan sandal atau bertelanjang kaki ketika mengendarai sepeda motor, karena ketika berhenti pengendara harus bertumpu pada kaki mereka untuk menjaga keseimbangan sehingga cenderung kehilangan kestabilannya yang memungkinkan terjadinya cidera.

Pakaian
* Gunakan jaket lengan panjang dan celana panjang yang pas dan nyaman di tubuh pengendara saat mengendarai sepeda motor (gunakan pakaian yang memang dirancang untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara.

3. Pengecekan Sepeda Motor

Rem


* Periksa rem depan dan belakang apakah berfungsi secara normal, khususnya rem depan karena lebih efektif dalam pengereman.
* Peralatan yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan dan menghentikan jalannya sepeda motor hanyalah rem.

Ban
* Periksa tekanan angin ban sesuai standard dan periksa keausan alur ban.
* Ban yang aus dan tekanan angin yang tidak sesuai akan menyebabkan jarak pengereman semakin panjang dan pengendalian menjadi tidak stabil saat menikung.
* Tekanan angin yang sesuai menghasilkan pemakaian bahan bakar yang ekonomis.

Lampu-lampu
* Pastikan lampu sein, lampu rem dan lampu depan berfungsi dengan baik.
* Lampu sein dan lampu rem digunakan sebagai tanda bagi pengguna jalan yang lain untuk mengetahui tujuan anda, karena sepeda motor berbagi jalan dengan pengguna jalan umum seperti pengendara mobil, pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Kaca Spion
* Sesuaikan posisi kaca spion dengan benar untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas.
* Adalah penting untuk melihat kaca spion dan mengecek langsung kondisi di sekitar pengendara.

4. Postur Berkendara Untuk menjaga keseimbangan saat mengendarai sepeda motor, perhatikan “Tujuh Point Utama” postur berkendara Anda sebagai berikut:

Mata
* Melihat jauh ke depan (ke arah yang hendak dituju) agar jarak pandang menjadi lebih luas.

Pundak
* Santai atau rileks.

Siku
* Tangan sedikit menekuk dengan santai.

Tangan
* Memegang bagian tengah dari gas tangan dimana Anda dapat dengan mudah untuk mengoperasikan handle rem atau kopling dan saklar.

Pinggul

* Duduk pada posisi dimana Anda dapat dengan mudah mengoperasikan stang kemudi dan rem.

Lutut
* Secara ringan menekan tangki bahan bakar (tipe sport).

Kaki
* Letakkan bagian tengah telapak kaki Anda pada sandaran kaki, jari kaki menghadap ke depan, ibu jari kaki secara ringan berada di atas pedal rem dan pedal gigi.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.

Bagaimana menurut anda?

Kamis, 25 Maret 2010

Safety Riding in Action

Sebagai upaya menggalakkan Safety Riding di kalangan pengguna sepeda motor, PT Astra Honda Motor terus dan berkelanjutan dalam mengkampanyekan Safety Riding secara Nasional diseluruh Indonesia, melalui jaringan Honda. Program yang saat ini dilakukan antara lain:

1. Safety Riding on Exhibition Event
AHM bersama jaringan Honda di Indonesia setiap program pameran, selalu mengikut sertakan program Safety Riding yang telah dilaksanakan di seluruh Indonesia.

2. Safety Riding Seminar
Seminar ini dilakukan bertujuan untuk mengangkat isu-isu nasional yang berhubungan dengan keselamatan berkendara. Seminar ini melibatkan dengan bagian terkait dari pemerintahan, baik Dinas Perhubungan Darat maupun Kepolisian.

3. Safety Riding Education for Student & Kids
Menggalakkan Safety Riding harus dilakukan sejak dini, maka AHM juga menggarap para siswa dari TK hingga SMA.

4. Safety Riding Skill Training for Public
Untuk menyebarkan pengetahuan Safety Riding ke kalangan klub sepeda motor dan pemerintahan, juga dilakukan pelatihan yang sifatnya teknis dalam menggunakan sepeda motor yang nyaman.

5. Safety Riding Rally
Gerakkan Safety Riding Honda dilakukan juga di jalan raya sebagai bentuk nyata memberikan contoh kepada pengguna sepeda motor. Bentuk program yang dilaksanakan berupa rally maupun city touring dengan menyebarkan sticker, flyer himbauan menggunakan sepeda motor yang benar dan nyaman.

Upaya yang dilakukan oleh AHM ini dalam mengkampanyekan Safety Riding yang terus menerus guna terciptanya masyarakat yang peduli terhadap keselamatan berkendara.

Sumber : http://www.astra-honda.com

Rabu, 24 Maret 2010

Safety Riding Honda Bengkulu Blog Award 2010


Setelah sukses menggelar Lomba Design Friendster dan Weblog Honda yang bertajuk “THE BIGGEST BENGKULU NETTER PARTY " pada tanggal 7 Februari 2008 yang lalu, Honda Bengkulu pada tahun ini kembali menggelar lomba blog yang bertajuk "Safety Riding Honda Bengkulu Blog Award 2010" sebagai lomba terbesar di tahun 2010.

Safety Riding Honda Bengkulu Blog Award 2010 adalah sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Honda Bengkulu untuk kita-kita yang hobi menulis, cukup punya blog, kita berkesempatan memenangkan 1 Unit Notebook, 1 Unit Kamera, dan 1 Unit Mp3 Player. Hadiah yg cukup menggiurkan ya nggak he..he..

Ajang seperti ini sangat di tunggu-tunggu oleh blogger/netter Bengkulu sebagai ajang silaturahmi melepas kerinduan untuk berkumpul bersama kembali, saling berbagi dan berkompetisi.

Adapun Rambu perlombaannya :

1. Peserta adalah masyarakat umum tanpa ada batasan umur yang berdomisili di Bengkulu yang mendaftarkan weblog nya.
2. Peserta mendaftarkan alamat blog yang dilombakan lewat e-mail, facebook ataupun no telpon yang telah ditentukan kepada panitia lomba.
3. Peserta memasang banner link resmi lomba yang disediakan oleh panitia dalam blog nya dan Peserta yang mendaftar sebelum tanggal 14 april 2010 akan dinobatkan sebagai duta safety riding di dunia virtual.
4. Peserta memposting satu ataupun lebih berita tentang safety riding Honda region Bengkulu dengan sumber berita facebook, atau mengambil informasi langsung ke Safety riding Honda Bengkulu di Astra Honda Padang Jati Bengkulu.
5. Peserta memposting hal positif dan berita tentang Safety Riding Honda Bengkulu, Peserta tidak diperkenalkan memposting berita merk lain, membandingkan, menyisipkan, memasang link ataupun hal-hal yang bisa menimbulkan konflik, rasa tidak nyaman pada pihak tertentu ataupun dengan sengaja menyerang pihak-pihak tertentu dengan cara black champign.
6. Peserta tidak memasukkan kontent, link, gambar dewasa yang bersifat pornography, kekerasan, darah (bloody Contents), miras, judi, ras, agama, politik pihak tertentu dalam keseluruhan blognya.
7. penilaian blog didasari kelengkapan 3 materi.
- Kegiatan safety riding honda Bengkulu (Promosi).
- Tips dan tehnik safety riding (edukasi)
- Peserta diwajibkan membuat tag line / jargon / semboyan yang isinya mempromosikan honda dan kaitannya dengan safety riding.
Contoh : Percayakan honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di indonesia
8. Alamat URL yang dilombakan tidak berisikan keyword yang dilombakan.
9. Format lomba berbentuk semi seo, Setengah jumlah peserta yang masuk dalam indext teratas www.google.com akan tersaring masuk ke babak final.
10. Peserta memasukkan Keyword "Safety Riding Honda Bengkulu".

Ayo buruan daftar sekarang juga ....

Percayakan honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.

Bagaimana menurut anda?

Senin, 22 Maret 2010

Bali Pulau Seribu Pura


Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia, dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.

Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Sansekerta dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha, Islam, Protestan, dan Katolik.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi.

Jenis kendaraan umum di Bali antara lain

* Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik
* Ojek, taksi sepeda motor
* Bemo, melayani dalam dan antarkota
* Taksi
* Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bay menuju Pelabuhan Lembar, yang memakan waktu sekitar empat jam.

Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

* Gamelan
* Jegog
* Genggong
* Silat Bali

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Tarian wali

* Sang Hyang Dedari
* Sang Hyang Jaran
* Tari Rejang
* Tari Baris
* Tari Janger

Tarian bebali

* Tari Topeng
* Gambuh

Tarian balih-balihan

* Tari Legong
* Arja
* Joged Bumbung
* Drama Gong
* Barong
* Tari Pendet
* Tari Kecak
* Calon Arang

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:

* Udeng (ikat kepala)
* Kain kampuh
* Umpal (selendang pengikat)
* Kain wastra (kemben)
* Sabuk
* Keris
* Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas, dan alas kaki sebagai pelengkap.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:

* Gelung (sanggul)
* Sesenteng (kemben songket)
* Kain wastra
* Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
* Selendang songket bahu ke bawah
* Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
* Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer