Tampilkan postingan dengan label Riding Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riding Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Mei 2010

Panas-panasan, Tidak Masalah.


Sungguh nikmat rasanya, jalan-jalan diatas kuda besi kesayangan kita. Terlebih lagi dalam perjalanan yang jauh untuk berwisata bersama teman-teman sesama pengendara motor dalam group.

Sering-kali perjalanan yang cukup jauh harus ditempuh dalam waktu yang cukup lama, siang dan malam. Siang hari yang panas, dibawah guyuran sinar matahari yang sangat panas dan terik, perjalan bisa terkadang terasa agak menyiksa. Apa lagi siang-siang, panas, tandus berdebu, lewat pasar yang padat dan macet. Waduh.

Saat kepanasan, berkendara menjadi sangat tidak nyaman. Rasa haus yang sungguh menyiksa dan permukaan kulit yang terasa terbakar walaupun tersebunyi didalam pakaian. Jika dipaksakan, suhu tubuh akan terus naik mencapai suhu maksimum tubuh manusia pada 42 derajat celcius (lebih tinggi dari ini, manusia bisa meninggal). Sebelum mencapai suhu ini, sekitar pada sushu 39-41 derajat, si penderita akan terkena “heat stroke”, dimana si penderita akan kehilangan kesadaran.

Heat Stroke memiliki tanda-tanda seperti; mual-mual (Nausea), muntah, pusing, mata berkunang-kunang, rasa lelah yang amat sengat, lemah dan sakit otot. Walaupun demikian, beberapa orang yang terkena Heat Stroke malah tidak merasakan tanda-tanda apapun sebelumnya. Nah, kalau ada memperhatikan teman anda yang melakukan perjalanan dalam kondisi panas, perhatikan gejala-gejala berikut ini yang terjadi padanya; terasa panas tubuhnya ketika disentuh (bersalaman), kulit yang memerah dan panas serta kering tanpa keringat, pucat, kebingungan, berhalusinasi dan disorientasi.

Jika penderita belum pingsan, ajaklah dirinya untuk beristirahat dan mandi. Jika penderita sudah terkena Heat Stroke, segera bawa yang bersangkutan ketempat teduh, buka pakaian luarnya dan rendam kedalam air, jika tidak ada genangan air bersih yang cukup, segera kompres dengan kain basah di area leher, ketiak dan selangkangan. Lakukan hingga suhu tubuh kembali normal.

Jika anda dalam berkendara mulai merasakan gejala-gejala seperti pusing dan mual saat berkendara, itu tandanya anda mulai sangat kepanasan, dan segeralah menepi, minum, berteduh dan beristirahat.

Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk tetap menjaga tempratur tubuh bila mana anda harus berkendara motor dibawah teriknya sinar matahari dan kondisi yang terasa panas menyiksa.

1. Minumlah secara teratur, minimal setiap 2 jam sekali. Dengan minum air, anda meng-kompres, tubuh anda dari dalam. Kalau anda berfikir berhenti setiap 2 jam merepotkan, anda bisa menggunakan kontainer penyimpan air minum seperti Camel Bak, dengan selang air yang bisa anda pergunakan untuk menyedot air kapanpun anda merasa haus atau kepanasan.
2. Pergunakan jaket yang berpori, dimana keringat yang membasahi baju bisa segera mengalami proses penguapan. Proses penguapan akan menjadikan tubuh atau pakaian dalam anda dingin dan secara langsung menyegarkan serta menurunkan suhu tubuh. Beberapa artikel mengatakan bahwa jika pakaian anda basah didalam jaket anda, hal itu lebih baik karena baju yang basah akan membantu suhu anda stabil dan tidak panas.
3. Jika anda menggunakan Balaclava, anda bisa membasahkan balaclava, usahakan bagian yang menutup hidung tidak basah karena bila basah akan menyulitkan anda benafas.
4. Pergunakan kain syal atau handuk kecil yang basah dililitkan pada leher, dengan demikian akan membasahi leher dan juga secara tidak langsung mendinginkan nadi-nadi pada leher tempat darah supply ke otak. (David L Hough).



Rasa panas, gerah dan haus saat berkendara sangat menggangu dan membuyarkan konsentrasi. Jika sudah terlalu panas, bisa berbahaya bagi tubuh. Segeralah menepi, minum dan berteduh.

Jika anda berkendara dalam kelompok touring, begitu anda merasakan tanda-tanda diatas atau terasa haus, segera ketok helm, menepi dan beristirahat. Sukur-sukur ada tukang cendol dan bersama-sama minum cendol yang manis dan segar.

Jangan jadikan hari yang terik dan panas menjadi hambatan bagi ada untuk mencapai tujuan dan bersenang-senang, dengan persiapan dan pengetahuan yang cukup, semuanya akan baik-baik saja.

Ayo Safety Riding untuk keselamatan bersama, pilih Honda sebagai motor yang aman karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia, cuma Honda yang benar-benar Peduli.


Jumat, 14 Mei 2010

Atur Kecepatan Sesuai Jarak Pandang


Kalau bahasa Inggris-nya, “Adjust your speed to sight distance”. He he he.. semua juga tau. Tapi apakah anda tau maknanya ?

Maksudnya kita sebaiknya mengatur kecepatan motor kita sesuai dengan seberapa jauh kita bisa memandang. Yah ini ada hubungannya dengan prediksi. Yap, memprediksikan apa yang akan muncul didepan kita dan baru terlihat oleh kita. Kemudian memberikan waktu bagi kita untuk mengidentifikasi kemunculan itu, mengevaluasi potensi bahaya dan kemudian bereaksi.

Seperti banyak materi Safety Riding yang lain, dibutuhkan kira-kira setengah detik untuk menyadari kalau ada sesuatu yang muncul dengan tiba-tiba didepan anda, kemudian satu detik untuk memahami bahaya apa itu yang sesungguhnya berada didepan kita, barulah kita bisa mengambil tindakan.

Matematisnya begini. Kalau anda dalam kecepatan 100 km/jam, atau sama dengan 100000 meter dibagi 3600 detik = 27.8 meter/detik. Maka waktu anda untuk bereaksi dalam 1.5 detik adalah 41 meter ! Paham ? Ini belum termasuk jarak stop (jarak yang diperlukan sejak anda melakukan pengereman hingga anda benar-benar berhenti)

Jadi kalau anda berada di sebuah tikungan, yang mana ujung dari tikungan tidak terlihat, dan paling jauh anda hanya bisa melihat jalan 30 meter didepan (karena terhalang mobil-mobil, atau pohon), dengan kecepatan anda menikung 100 km/jam. Maka, berharaplah tidak ada apa-apa (batu, lubang, kucing) di jalur anda pada saat itu.

Itulah sebabnya kita hendaknya mengatur kecepatan sesuai dengan jarak pandang kita. Hal ini juga berlaku untuk jalan lurus, atau jalan apa saja. Mungkin lebih afdol lagi jika kalimatnya kita rubah gini, “Aturlah kecepatan anda, sesuai dengan jarak pandang, kondisi jalan dan lalulintas”. Muantabsss.

Untuk memperbaiki jarak pandang, carilah jalur, atau bagian jalan yang memungkinkan anda untuk dapat melihat lebih jauh kedepan dan menjadikan diri anda terlihat oleh kendaraan lain, tanpa membahayakan diri sendiri. Contohnya, mendarai motor dibelakang mobil box. Otomatis jarak pandang anda hanya beberapa meter didepan, kalau anda mengerti SR, anda akan menjaga jarak 2 detik didepan. Apakah ini cukup ? Akan lebih baik jika anda bisa memposisikan motor untuk tidak tepat membuntuti mobil box itu. Posisikan motor anda agar terlihat di spion mobil box itu. Dengan demikian, anda dapat melihat apa yang ada dibalik mobil box jauh kedepan, dan anda pun terlihat oleh si supir.

Naaahh.. aturlah kecepatan anda setelah anda bisa mengetahui jarak pandang maksimal anda. Kalau mobil boxnya ngebut, anda tidak perlu ikut-ikutan ngebut kan ?

Contoh lainnya adalah “over the hill”, dimana ujung jalan tidak terlihat karena melewati puncak bukit atau tanjakan yang kemudian menurun. Semakin mendekati puncak, hendaknya anda semakin berhati-hati dan melambat, hingga anda bisa melihat kembali apa yang ada dibalik bukit. Bukan hanya kendaraan dari lawan arah saja yang mungkin anda temui, tapi bisa batu, bisa lubang, bisa mobil yang melambat, bisa tikungan, dan lain sebagainya.

Ayo Safety Riding untuk keselamatan bersama, pilih Honda sebagai motor yang aman karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia, cuma Honda yang benar-benar Peduli.


Rabu, 12 Mei 2010

Parkir juga ada ilmu-nya


Parkir yang tidak tertata rapi dapat menyebabkan beberapa masalah. Seperti penggunaan lahan parkir yang berlebihan atau makan tempat, repotnya mengeluarkan motor dari area parkir, atau malah resiko tersenggol saat mengeluarkan motor dari tempat parkir. Bukan tidak mungkin juga terjadi accident kecil di tempat parkir bukan ?

Berikut ini adalah beberapa tips yang didapatkan dari buku training MSF.

1. Jika anda parkir pararel tepat disamping trotoar, posisikan motor anda berjajar sedikit menyamping dimana roda belakang motor tepat mengarah ke trotoar dan roda depat mengarah diagonal kearah jalan.

2. Jika menggunakan standar samping, arahkan stang anda ke kiri untuk menambah tingkat kestabilan motor. Jangan lupa, jika mungkin, kunci garpu depan demi keamanan.

3. Selalu posisikan kunci kontak dalam posisi “locked” atau terkunci.

4. Pilihlah tempat parkir yang sekiranya aman dan diterangi cukup cahaya (bila malam hari).

5. Jika motor anda ditutupi dengan cover, pergunakan cover yang tidak bermerk. Cover bermerk justru menarik perhatian karena didalamnya bisa saja bukan motor biasa.

6. Sering-seringlah menengok motor anda diparkiran (bila di tempat umum) secara teratur. Bila mungkin setiap 1 hingga 2 jam.

7. Jika digembok / rantai, pergunakan gembok / rantai dengan kualitas yang baik. Rantailah motor anda pada chassis, jangan pada roda, dan bila dimungkinan rantailah pada fitur-fitur jalan yang kuat dan tidak bisa berpindah, seperti tiang listrik.

8. Tidak ada salahnya untuk memasang alarm anti maling.

9. Injakan pada standar samping bisa saja tenggelam kedalam tanah. Walaupun sewaktu memarkirkannya anda berada di tanah yang keras, namun bila hujan tanah bisa menjadi gembur dan standar jadi tenggelam yang bisa menyebabkan motor anda jatuh. Bawalah lempengan besi kecil namun cukup lebar untuk menjadi alas standar samping, dan pergunakan untuk mengalas standar bila anda harus parkir diatas tanah, pasir atau batu-batuan.

10. Sebagai stabilitas ekstra, parkirkan motor anda dalam keadaan gigi 1 masuk. Agar motor tidak mudah meluncur karena tertahan oleh mesin (karena tempat parkir yang mungkin tidak datar).

11. Dan carilah tempat yang datar untuk memarkirkan motor.

12. Carilah tempat parkir yang sekiranya jauh dari potensi bahaya. Seperti dekat pembakaran sate di warung sate, dekat tempat sampah (karena bisa saja yang punya tempat mau bakar sampah), dibelakang mobil box (karena yang punya mobil gak bisa liat motor kita dan bisa tertabrak sewaktu mengeluarkan mobil dari posisi parkirnya).

Sumber http://safetyridingcourse.com

Ayo Safety Riding untuk keselamatan bersama, pilih Honda sebagai motor yang aman karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia, cuma Honda yang benar-benar Peduli.


Senin, 26 April 2010

Tips Berkendara Yang Nyaman Saat Musim Hujan


Jalan raya memiliki kualitas yang bervariasi. Ada yang halus dan mulus, ada yang bergelombang, bahkan berlubang-lubang. Jika kondisi cerah hal yang dihadapi tidak terlalu berat bagi pengendara sepeda motor. Namun sebaliknya jika sudah memasuki musim hujan. Perlu adanya perhatian terhadap sepeda motor , hal ini untuk lebih melindungi pengendara dari kecelakaan.Berikut ini tips untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam saat musim hujan.

A. TIPS PEMERIKSAAN KONDISI SEPEDA MOTOR


Pemeriksaan Kembang Ban

Ban adalah bagian yang vital pada sepeda motor , apalagi digunakan pada saat hari hujan. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus dirawat dengan baik.

Ban yang aus akan berkurang kemampuannya baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm. Jangan menunggu ban benar-benar gundul. Karena Saat melewati genangan air ?Alur Ban? tersebut akan menyalurkan air kearah samping ban. Jika tidak ada alurnya ?Air tidak dapat di distribusikan kearah samping akibatnya ban terangkat diatas permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng. Perhatikanlah hal hal berikut ini :

Gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.

Tips : Jika melakukan penggantian Ban, Sebaiknya menggunakan merk dan Tipe yang sama antara Ban Depan dan belakang. Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja Ban berlainan. Cara aman gunakanlah tipe Ban yang direkomendasi oleh Pabrikan sepeda motor yang anda pakai karena pasti pihak pabrikan sudah melakukan test dengan berbagai kondisi cuaca.

Tekanan ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan. Walaupun hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.

Pemeriksaan tekanan Angin pada Ban, sebaiknya sesuai standard (Bacalah spesifikasi Pabrik pada buku panduan Pemilik). Jika terlalu rendah tekanannya Sepeda motor terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena Ban Bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas berlebih. Jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah dan tinggi karena permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.

Pasanglah "Tutup pentil", karena akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan. Jika anda memakai ban tubeless (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. O ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga mengakibatkan kebocoran.

Disarankan saat mengganti ban luar, ban dalam juga diganti bersamaan. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika sudah terlalu banyak tambalannya.

Pemeriksaan Sistim pemasukan Bahan Bakar & Karburator

Saat hujan menyebabkan kadar udara (02) sebagai pencampur bahan bakar yang disedot oleh karburator banyak mengandung air sehingga jika kondisi Sistim Bahan bakar seperti Tanki Bahan Bakar, Kran Bahan Bakar dan pipa bahan bakar terdapat karat atau kandungan air akan mengakibatkan kinerja mesin tersendat. Hal itu akan lebih menyusahkan dalam kondisi hujan. Datang ke Bengkel Resmi untuk perawatan berkala.

Pemeriksaan Oli Mesin

Saat hujan kondisi udara yang banyak mengandung air dan terdapat genangan air di beberapa jalan yang tinginya lebih dari 30 cm (ukuran lutut orang dewasa) tentunya akan memudahkan air masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli. Hal itu mudah dideteksi pengendara yaitu dengan melihat oli apakah berubah warna menjadi ?PUTIH SUSU?. Jika ya artinya air sudah tercampur. Segera lakukan penggantian oli jika telah melewati jalan banjir yang cukup tinggi. Hal ini guna menghindari kerusakan yang lebih parah pada mesin.

Pemeriksaan Filter Udara

Air dapat masuk juga lewat filter udara. Terutama jika melewati genangan air yang cukup tinggi atau banjir . Jika air tidak terlalu tinggipun berpotensi masuk ke mesin terutama jika kendaraan roda empat melaju disamping sepeda motor atau dari arah berlawanan. Akan membuat gelombang air dan menghantam bagian depan motor akibatnya air masuk melalui filter udara. Jika jumlah air terlalu banyak yang masuk , akan berakibat yang lebih parah yaitu ?Water Hammer?. Water hammer adalah pukulan yang keras pada ruang bakar yang menyebakan kerusakan parah pada mesin seperti : Bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dll.

Pemeriksaan Sistim Pengereman

Periksalah fungsi kerja Rem depan dan belakang, lakukan simulasi pengereman sebelum mengendarai beberapa kali untuk memastikan fungsinya bekerja dengan baik, selain fungsi deteksilah apakah ada suara berdecit jika ya, artinya permukaan Lining Kanvas Rem sudah licin dan perlu perawatan. Jika fungsinya terasa kurang baik periksalah ketebalan Rem dengan melihat langsung tebal Pad (Rem Disk) dan lihat indikator ketebalan pada Rem tipe Drum. Jika terlalu kecil segera lakukan penggantian di Bengkel Resmi.

Pemeriksaan Sistim Kemudi

Yang terakhir, periksalah sistem kemudi, karena diperlukan kestabilan yang baik saat berkendara saat hari hujan. Disamping itu sulit memprediksi kondisi jalan seperti lubang , bebatuan atau saat menghindari pengendara lain yang tiba tiba berhenti. Mintalah mekanik Bengkel Resmi untuk memeriksanya. Atau anda bisa lakukan tips berikut untuk pemeriksaan awal :
1. Posisikan sepeda motor pada Standard Utama (Main Stand).
2. Peganglah kedua Front Fork (Fork Depan) sambil berjongkok, tapi sebelum itu pastikan Posisi Jari tangan anda tidak terlalu dekat dengan Disk Brake Depan karena akan terluka. Kondisi Sepeda motor tidak goyang goyang. dan pastikan disekitarnya tidak terdapat orang lain.
3. Dorong dan tarik kearah depan dan belakang.
4. Rasakanlah apakah terdapat kelonggaran atau tidak.

Jika terdapat kelonggaran (Oblak), segeralah minta mekanik untuk mengencangkannya dan periksa kembali berat dan ringan gerakan kemudinya

B. TIPS PERSIAPAN SEBELUM BERKENDARA

Helmet

Saat hujan lebat dapat menyulitkan pandangan pengendara, apalagi jika hujan sangat lebat. Diperlukan Helmet yang dilengkapi dengan kaca pelindung sehingga pandangan tetap aman saat berkendara. Periksalah kaca helmet tidak boleh buram atau baret baret .

Tips : Biasanya saat berkendara saat hari hujan , napas kita akan membuat embun dibagian kaca bagian dalam. Dan saat hujan lebat sulit melihat dengan pandangan yang jelas. Oleskan Cairan ?Shampo? Pada permukaan kaca untuk menghilangkan sisa oli atau kotoran. Hal ini akan memudahkan saat mengusapnya kotoran saat berkendara.

Jas Hujan

Pilihlah jas hujan yang tidak terlalu besar, pilihlah yang ukurannya pas di tubuh kita atau jenis ?Celana Panjang? karena akan mempwermudah gerakan tubuh saat berkendara. Hindari penggunaan jas tipe ?JUBAH? karena sangat berbahaya, sebab ukuran yang terlalu besar membuat selalu berkibas terkena terpaan angin bahkan tidak jarang tersangkut pada bagain rantai, hal ini tentunya dapat menyebabkan kecelakaan.

Barang Bawaan

Sebaiknya hindari Barang bawaan atau jika harus dibawa, ukurannya tidak lebih dari

Selain mudah basah, hal itu juga dapat mengganggu pengendara. Gunakanlah tas Punggung atau mengikatnya dibagian jok belakang.

C. TIPS MELEWATI KONDISI JALAN

Jalan dengan genangan air

Saat melewati genangan air, usahakan untuk mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas disekitarnya memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam apa genangan air tersebut.

Jalan dengan banyak pasir, berlumpur atau banyak daun kering

Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.

Polisi tidur

Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak lurus.

Jalan bergelombang atau berbatu - batu


Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.

Melewati lempeng baja

Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja contoh Perlintasan Kereta Api/Rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.

Tumpahan oli

Oli yang tumpah dijalan sangat membahayakan karena dapat menghilangkan traksi ban, kemudi menjadi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, usahakan jangan sampai melewati dengan kondisi miring / berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan mengurangi kecepatan.

Kondisi hujan

Jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Jaga jarak lebih panjang agar terhindar dari tabrak belakang. Saat berbelok juga harus dalam kecepatan yang lebih rendah daripada saat kita melewati dalam kondisi kering.

Mungkin beberapa keterangan diatas dapat mengingatkan kita saat kita berkendara agar dapat berkendara secara aman.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Senin, 19 April 2010

Teori Safety Riding

PERSIAPAN SEBELUM BERKENDARA SEPEDA MOTOR

Pemanasan Tubuh
Pemeriksaan Sepeda Motor
Memakai Perlengkapan Berkendara

1. PEMANASAN TUBUH

Dikarenakan pentingnya menjaga keseimbangan saat mengendarai sepeda motor, maka pastikan kondisi fisik dan mental dalam kondisi siap untuk berkendara, untuk itu perlu dilakukan pemanasan tubuh sebelum mengendarai sepeda motor agar reflex tubuh siap berfungsi.

2. PEMERIKSAAN KENDARAAN



Pastikan instrument lampu – lampu berfungsi dengan baik.
Pastikan rem depan & belakang dapat berfungsi.
Pastikan tekanan angin ban depan & belakang cukup.
Cek kondisi bahan bakar.
Posisikan kaca spion dengan tepat.
Untuk type Sport cek/stel handle kopling.
Menghidupkan mesin selama 2 s/d 3 menit, sebelum berangkat berkendara.

3. PERLENGKAPAN BERKENDARA

HELM
SARUNG TANGAN
PAKAIAN ( JAKET & CELANA PANJANG )
SEPATU



1. HELM
Biasakanlah untuk selalu menggunakan helm pelindung ketika mengendarai sepeda motor. Karena Helm-lah yang melindungi kepala yang merupakan bagian tubuh terpenting dari manusia.
Tali pengikat helm harus dipasang dan dikencangkan secara benar untuk mencegah helm terlepas ketika sepeda motor jatuh.
Tidak ada artinya menggunakan helm yang tidak dapat melindungi kepala.
Gunakan helm yang sesuai dengan ukuran kepala dan dirancang untuk mengendarai sepeda motor.
Helm dengan warna yang cerah, mudah untuk dilihat dan tidak mudah terabaikan di jalan adalah yang lebih utama.
Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur pada saat kecelakaan, karena helm tersebut tidak lagi memiliki perlindungan optimal.

2. PAKAIAN
Gunakan jaket tangan panjang dan celana panjang yang pas dengan tubuh pengendara dan nyaman ketika digunakan saat mengendarai sepeda motor.
Gunakan pakaian yang memang dirancang untuk keselamatan berkendara dan kenyamanan berkendara
Pakaian tangan panjang dan celana panjang sangat dianjurkan karena keduanya dapat mengurangi efek tergores dan benturan ketika jatuh, pilihlah pakaian dengan ukuran yang pas dan dapat dengan bebas melakukan gerakan.
Sangat disarankan menggunakan warna pakaian yang cerah dan mudah untuk dilihat di lalulintas .
Tergantung dengan keadaan cuaca, pilihlah pakaian yang mudah menyerap keringat, mudah kering, atau memberikan perlindungan dari udara dingin.

3. SEPATU
Sangat tidak dianjurkan menggunakan sandal atau bertelanjang kaki ketika mengendarai sepeda motor, karena akan sulit untuk melakukan pengereman dan pemindahan gigi secara benar, dan ketika berhenti pengendara cenderung kehilangan kestabilannya sehingga memungkinkan terjadinya cedera karena harus bertumpu pada kaki mereka untuk menjaga keseimbangan.
Sepatu bertumit dan tapak sepatu yang tidak mudah slip sangat dianjurkan.
Sepatu Boots digunakan ketika mengendarai sepeda motor sport.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Sabtu, 17 April 2010

Panduan memilih ukuran Helm yang pas


Ada 6 tahap penting penentuan pemilihan helm :
1. Pengukuran
2. Dicoba
3. Cek pergerakan horisontal dan vertikal
4. Cek retensi/kekuatan penahanan
5. Cek titik tekanan
6. Memastikan pilihan

1. Pengukuran

Mengukur kepala adalah titik awal prosedur penentuan helm yg cocok karena bentuk kepala yang berbeda-beda, kepala yang kelihatan berukuran sama ketika diukur, bisa saja akan berbeda ukuran helmnya.

Lingkaran kepala harus diukur sekitar 1 inchi dari alis di bagian depan sampai ke titik di belakang kepala yg memberikan pengukuran terbesar. Ukur beberapa kali, sampai dipastikan didapat pengukuran terbesar

2. Dicoba

Setelah ditentukan ukuran awal tadi, pilihlah helm yg paling mendekati ukuran tersebut. bila ukurannya berada di tengah-tengah antara 2 ukuran helm, cobalah ukuran yg lebih besar.

Bila anda cukup familiar dengan helm, anda akan bisa mengikuti instruksi berikut
bagaimana cara memasang helm dengan baik :

a. Pegang helm di bagian pengikat dagu, dng arah depan helm menghadap muka kita
dan bagian atas helm mengarah ke bawah
b. Letakkan masing-masing jempol di bagian dalam pengikat dagu dan seimbangkan helm
dengan jari telunjuk
c. Gunakan tangan untuk meregangkan helm, dan coba pasang helm di kepala anda

Helm-helm dengan bentuk berbeda akan terpasang/masuk ke kepala dengan cara yang berbeda pula. kadang-kadang bagian depan helm harus masuk dulu, tapi kadang-kadang juga bagian belakang yang harus duluan masuk

Jika helm masuk ke kepala tanpa ada hambatan, itu indikasi pertama bahwa helm tersebut terlalu besar dan tentu saja, bila sama sekali tidak bisa masuk, artinya helm itu terlalu kecil

Banyak orang yg tidak begitu familiar dengan helm, malas memaksakan utk menekan helm masuk, ketika merasakan ada sedikit hambatan saat memasang. Untuk memastikan bahwa sebuah helm kekecilan adalah dengan memaksa helm masuk ke kepala dan hanya jika benar-benar mustahil untuk masuk, barulah ambil ukuran helm berikutnya (yang lebih besar)

Ingat, kebanyakan orang memilih helm yang terlalu besar untuk kepala mereka, kelak mereka akan menyesal, karena helm yang tidak sesuai akan cenderung lebih bising, lebih berangin, dan melelahkan untuk dipakai.

kami juga mencatat bahwa kebanyakan orang biasa menggunakan helm lebih ke belakang, seperti topi, pastikan bahwa helm terpasang dengan seimbang di kepala anda. Gunakan posisi mata di bagian eye port utk helm full face, mata harusnya berada kira-kira di tengah-tengah, dengan pinggir paling atas berada dekat tepat di atas alis mata

3. Cek pergerakan horisontal dan vertikal


Nah, sekarang anda telah menggunakan helmnya. Gunakan cermin untuk melihat lebih jelas bagaimana terpasangnya. Coba liat apakah penekan pipi menempel dengan pipi. Perhatikan apakah tekanannya terlalu kuat.

Setelah melakukan pengecekan visual,pegang helm dengan kedua tangan di kedua sisi, coba putar helm dari satu sisi ke sisi lain. Apakah ada pergerakan kulit selama perputaran tersebut ? juga perhatikan besarnya resistansi dari pergerakan itu.

Berikutnya lakukan pengecekan gerakan ke atas dan ke bawah. Sekali lagi, perhatikan apakah ada pergerakan kulit dan besar resistansinya.

Jika pada kedua tes tersebut terjadi pergerakan kulit yang sangat sedikit atau sama sekali tidak ada, maka helm tersebut terlalu besar.

Helm yang tepat untuk ukuran anda, akan membuat kulit bergerak saat helm digerakkan
dan bila diberikan tekanan di sekitar kepala, tekanan tersebut akan dirasakan merata oleh pemakainya.

Catatan:
Helm itu mirip seperti sepatu, cara tepat dalam memilih helm yg cocok adalah cari helm yg paling ngepas tapi masih oke untuk dipakai. Perhitungkan juga lama waktu pemakaian helm. Misalnya, helm para pembalap drag dapat saja sangat sempit, karena mereka menggunakannya cuma untuk beberapa menit, tapi seorang polisi, yang menggunakan helm selama berjam-jam akan sangat memikirkan sisi kenyamanan.

4. Cek retensi/kekuatan penahanan

Nah sekarang, eratkan pengikat dagu, dan lakukan tes berikut, tes ini akan tidak menyenangkan tapi sangat penting : Tegakkan kepala anda, pegang bagian atas helm dengan salah satu tangan sementara jari-jari tangan lain memegang sisi-sisi bawah helm. Cobalah untuk memutar helm keluar dari kepala. Bila itu terjadi, tentu saja helm tersebut terlalu besar.

Catatan :
Jangan gunakan helm yg bisa terlepas dari kepala anda dalam keadaan strap penahan terpasang. Lakukan tes ini dengan memberikan tarikan yg agak keras,tapi jangan sampai menyakitkan. Tes ini sangat penting.

5. Cek titik tekanan

Sekarang, coba lepas penahan dagu, dan lepaskan helm dari kepala secepatnya setelah helm dilepas, gunakan cermin untuk mengamati perbedaan warna di kulit terutama di pipi dan dahi sedikit kemerahan di beberapa titik kecil mengindikasikan titik-titik tekanan. titik-titik tekanan ini kadang baru terperhatikan oleh pengguna setelah beberapa menit atau bahkan beberapa jam pemakaian, kadang-kadang tekanan ini akan menyebabkan sakit kepala atau paling tidak ketidaknyamanan.

Jika terlihat titik tekanan, ingat-ingat apakah waktu helm dipakai, anda merasa tidak nyaman di titik-titik itu. Jika anda tidak bisa mengingat, coba pasang kembali helm untuk beberapa menit, perhatikan dengan seksama titiktitik tekanan tersebut, jika tekanan di titik-titik itu membuat tidak nyaman, gantilah helm ke ukuran lebih besar berikutnya.

6. Memastikan kecocokan

Satu cara untuk memastikan kecocokan helm yang dipilih adalah mencoba helm yang satu ukuran lebih besar dan satu ukuran lebih kecil sambil memikirkan apakah pilihan yang tadi dipilih sudah tepat.

Cara lain adalah dengan menggunakan helm yang dipilih untuk beberapa saat selama di toko. Cara ini memungkinkan untuk memperhatikan titik-titik tekanan yang akan muncul.

Perhatian :
Tidak ada helm yang dapat melindungi penggunanya dari semua kemungkinan impak, untuk perlindungan maksimal, helm harus terpasang dengan baik dan harus memberikan pandangan keluar yang cukup, penahan dagu harus terpasang dengan baik dan kuat.

Selamat mencoba

Ride safely bro, be a defensive rider


Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Tips Safety Riding : Menyalip LONG VEHICLE di jalan raya


Mungkin pengalaman saya ini bisa media sharing buat all Bro HTML, pada saat berkendara di jalan utama antar kota (terutama)

Pada saat hendak menyalip kendaraan besar, misalkan truk gandengan, truk container, bis, atau kendaraan besar lainnya, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Pada kecepatan diatas 60 km/jam, jarak antara kendaraan anda dengan kendaraan yang hendak anda salip adalah minimal 10 m.

2. Nyalakan lampu sein kendaraan anda.

3. Bebaskan pandangan anda kedepan, usahakan jangan terhalangi oleh kendaraan yang berada didepan anda.

4. Pastikan kondisi pada jalur anda sudah bebas dari rintangan, misalkan tidak ada kendaraan parkir, tidak ada kendaraan lain yang menyalip atau yang akan disalip, pandangan anda tidak terhalang oleh asap tebal kendaraan, dan sebagainya.

5. Bunyikan klakson anda 3 kali dering pendek dan atau lampu jauh 3 kali pendek untuk memberikan peringatan pada kendaraan yang akan anda salip

6. Akselerasikan kendaraan anda secepatnya (bisa dengan cara memasukkan persneling rendah satu tingkat) untuk menyalip kendaraan besar tersebut dengan tetap mengarahkan kemudi anda tetap pada jalurnya (jangan melakukan manuver zig-zag atau lainnya).

7. Jangan menyalip kendaraan pada tikungan terutama yang memiliki blind spot.

8. Usahakan JANGAN PERNAH MENYALIP DARI SEBELAH KANAN, karena selain menghindari munculnya kendaraan dari arah yang berlawanan, kendaraan-kendaraan besar memiliki kecenderungan untuk berada pada lajur sebelah kanan. Karena itu saya merekomendasikan untuk mendahului dari sisi yang aman, baik dari sisi kiri ataupun sisi kanan (dengan definisi aman seperti sudah tersebut diatas)

9. JANGAN PERNAH MENYALIP KENDARAAN PANJANG (LONG VEHICLES) SECARA BERTURUT-TURUT kecuali kendaraan tersebut dalam kecepatan rendah, karena akselerasi kendaraan anda pasti jauh lebih cepat dan kondisi jalur anda belum dapat dipastikan aman.

Karena ini hanya berdasar pengalaman pribadi, jadi masih banyak kekurangan dan kesalahan. Silakan Bro HTML untuk memberi masukan.

Thanks anyway, Bro!

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.



Kamis, 15 April 2010

Kunci Utama Safety Riding = Toleransi dan Sabar.


Apakah anda sudah tahu dan sudah paham akan pentingnya pemahaman Safety Riding bagi seorang Bikers...? Safety Riding tidak melulu soal Skill dalam berkendara. itu pendapat saya, oleh karenanya pada tulisan ini saya sebut saja...

kata kunci dari Safety Riding adalah Toleransi dan Sabar.
Selebihnya hanya bumbu pelengkap. Maksudnya =
1. Toleransilah dgn orang lain. (jalanan sdh cukup padat dan riuh oleh kendaraan) oleh karena itu...
2. Sabar lah....

Dari yang dua ini saja sudah cukup untuk :
1. Mengurangi angka kecelakaan
2. Mengurangi angka pelanggaran lalu lintas
3. Mendisiplinkan diri untuk tertib
4. Mengerti pentingnya Safety Riding
5. Menerapkan fungsi Safety Riding pada diri sendiri

Apabila anda tidak rela toleran dan sabar...
1. Anda akan selalu merasa dikejar waktu untuk buru-buru sampai di tempat tujuan
2. Anda akan selalu mencari celah untuk segera masuk dan lolos dari kemacetan
3. Anda akan berusaha curi start diperempatan / persimpangan untuk lebih dulu melejid
4. Anda tidak akan perduli apakah orang lain jadi kaget, terjatuh, serempetan, atau mengumpat karena ulah anda
5. Anda akan menghalalkan diri naik trotoar, ambil jalur lawan arah, pindah jalur tanpa sen, menerobos lampu merah, adu kencang dijalan, belok tanpa lihat spion, dll...dll...
6. Anda akan selalu punya alasan untuk pembenaran kenapa anda HARUS terburu-buru. padahal orang lain juga mungkin sama buru-burunya dan bukan sedang hendak ber-tamasya.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Rabu, 14 April 2010

SAFETY RIDING - Tiga Langkah Mengurangi Resiko Kecelakaan di Jalan Raya


1. Lakukan "PERSIAPAN"

Pastikan sepeda motor dalam keadaan fit sebelum digunakan. Cek rem, spion,stang, lampu sein, aki, tekanan angin ban, oli, bensin, rantai dan lainnya.Buatlah urutan pengecekan ini setiap harinya. Apabila menemukan kelainan segera perbaiki ke teknisi atau bengkel langganan anda.
Pastikan surat-surat kendaraan (SIM, STNK) lengkap dan tidak tertinggal dirumah.
Selalu membawa peralatan bengkel (tool kit) untuk persiapan dalam perjalanan Lakukan pemanasan ringan sebelum berangkat.

2. Lakukan "PERILAKU BAIK DI JALAN RAYA"


Taati peraturan lalu lintas dan hormati pengendara lain. Walaupun siang hari,nyalakan lampu agar lebih terlihat oleh pengendara lain Jangan segan untuk menggunakan klakson, lebih baik berhati-hati dari pada terlanjur celaka Jangan mengerem mendadak, karena kendaraan tidak akan langsung berhenti dan itu merupakan salah satu penyebab terbesar kecelakaan.
Naikkan gigi bertahap, tambah kecepatan juga bertahap Selama menikung, jaga kemiringan dan kecepatan motor. Kurangi kecepatan saat menikung karena apabila terlalu cepat motor akan bisa keluar jalur dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan Jangan egois dan mudah marah.
Mudah emosi adalah salah satu kebodohan pengendara yang bisa berakibat fatal. Jangan menyalip atau belok dengan kecepatan tinggi apalagi di antara ruang yang kecil. Bila mengantuk, sakit, sedang sedih dan mudah bengong, sebaiknya tidak usah dipaksakan naik motor sendiri Jangan melawan arah. Karena ukuran motor kecil, seringkali pengendara mengambil jalur arah berlawanan yang kosong.

3. Lakukan "SELALU GUNAKAN PERLENGKAPAN KESELAMATAN"

HELM
adalah perlengkapan terpenting bagi pengendara sepeda motor. Karena penyebab kematian terbanyak pengendara sepeda motor saat terjadi kecelakaan adalah karena benturan keras di kepala dan wajah.. Oleh karena itu, wajib selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, guna meminimalisir dampak buruk bila terjadi kecelakaan. Jangan menggunakan helm tanggung yang hanya menutupi sebagian kecil kepala (cetok). Pastikan tali helm terpasang dengan pas dan benar. Gunakan helm yang berwarna terang dan mencolok. Sebelum kendaraan dijalankan, pastikan tali helm sudah terpasang dengan pas dan benar sampai terdengar bunyi "Klik !"

JAKET dan CELANA
Pilih jaket lengan panjang yang menutupi tangan secara menyeluruh dan celana panjang yang menutupi sampai ke mata kaki. Jaket harus melindungi tubuh dari leher hingga pinggang. Pilih jaket dengan warna terang khususnya saat malam hari, karena biasanya sesama pengendara dikenali lewat warna pakaiannya. Lebih baik lagi bila kita memasang protector di pundak,punggung, siku dan sepanjang tulang tangan.

SEPATU
sepatu terbaik bagi pengendara sepeda motor adalah jenis sepatu boots dari bahan kulit yang khusus untuk pengendara sepeda motor. Pilih yang ada haknya sedikit, solnya tidak terlalu tebal dan bahannya terbuat dari karet agar tidak licin. Gunakan sepatu yang ukurannya satu kali lebih besar,karena biasanya kaki akan bengkak bila kita berkendara dalam waktu yang lama.

SARUNG TANGAN
Saat terjadi kecelakaan, telapak tangan adalah bagian yang paling cepat dan refleks merespon. Telapak tanganlah yang biasanya langsung menyentuh aspal dan menahan tubuh bila kita terjatuh. Sarung tangan yang baik tidak terlalu ketat dan tidak terlalu kaku agar tidak mengganggu gerak jari. Sarung tangan yang baik terbuat dari bahan campuran serat kabon dan Kevlar. Bahkan dari kulit juga bagus karena bahan ini relative tidak meneruskan panas ke telapak tangan saat terjadi gesekkan.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Selasa, 13 April 2010

Safety Riding Concept



Safety Riding adalah Cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.

Point-point Safety Riding:


* Kelengkapan kendaraan bermotor standar.
* Kaca spion wajib ada 2 buah di kiri dan kanan.
* Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
* STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
* Plat Nomor depan belakang
* Memakai perlengkapan Safety Riding yang relatif paling aman apabila tanpa disengaja terjebak dalam situasi terburuk / kecelakaan:

1. Helmet. full face or half face. Hindari helm cebok.
2. Sarung tangan.
3. Jaket.
4. Sepatu tertutup. Menutup tumit. Bukan sepatu sandal, apalagi sandal jepit.
5. Knee protector (pelindung lutut), elbow protector (pelindung lengan/siku).
6. Rompi pelindung dada.
7. Penutup hidung.

* Mematuhi peraturan lalu lintas. Paham rambu-rambu lalu lintas.

* Hindari berkendara agresif. Sabar dan sopan dalam berkendara. Timbulkan simpaty/kekaguman pemakai jalan lain terhadap prilaku berkendara kita. Tidak gampang terprovokasi dengan pemakai jalan lain, tidak arogan.

* Mengerti posisi sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama. Jadi sebisa mungkin menghindari prilaku-perilaku seperti meng-klakson berlebihan, menggunakan aksesoris yang dapat mengganggu pemakai jalan lain seperti klakson kebo/anjing, sirine, strobo dan sebagainya. Prinsipnya, The Road is Not Yours Brother.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Senin, 12 April 2010

PERLENGKAPAN BERKENDARAAN untuk KEAMANAN, dan KESELAMATAN

1. Mengunakan Helm Full Face penumpang/boncenger di harapkan mengunakan Helm Open Face.

2. Mengunakan Sarung Tangan (disarankan yang ada pelindung kerasnya/hard protector), berlaku untuk rider dan penumpang.

3. Mengunakan Sepatu yang tertutup hingga tumit atau boot, berlaku untuk rider dan penumpang.

4. Membawa Rain Gear, atau jas hujan dengan bagian atas dan bawah terpisah, jas hujan dengan model ponco tidak diperbolehkan, berlaku untuk rider dan penumpang. Dan membawa Rain Gear untuk sepatu, pemakaian selain sepatu dilarang.

5. Mengunakan Jaket yang tahan terhadap terpaan angin (wind breaker) atau mengunakan rompi tambahan, berlaku untuk rider dan penumpang. Penumpang tidak diharuskan mengunakan rompi tambahan. menyarankan mengunakan Jaket yang mengunakan pelindung dari bahan keras (hard protector).

MARI SIAPKAN UNTUK KESELAMATAN DAN KENYAMANAN DIPERJALANAN.

Untuk kelengkapan berkendaraan secara visual nya sebagai berikut :



Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.



Minggu, 11 April 2010

AMAN DAN NYAMAN DALAM PERJALANAN


Seringkali kita melakukan sebuah perjalanan, jarak jauh atau dekat tetap merupakan sebuah perjalanan. Adalah Keinginan semua orang melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, tetunya selamat sampai tujuan. Berikut beberapa tips sebelum dan selama melakukan perjalanan;

1. Persiapan Kendaraan

Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling mengetahu kondisi layak dan tidaknya motor anda.

1. Instrument lampu, periksa apakah lampu sein, lampu rem, klakson dan lampu depan semua menyala dengan baik.

2. Rem, periksa apakah rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, khususnya rem depan karena lebih efektif dalam pengereman. Periksa juga tinggi permukaan minyak rem cukup, jarak main tuas rem.

3. Roda, periksa ban dari pemakaian dan keretakan (kedalaman alur ban harus lebih dari 0.8 mm), tekanan ban dan velk (speleng) atau jari-jari.

4. Bahan bakar. Periksa apakah cukup untuk mencapai jarak tujuan, kebocoran disekitar karburator dan pastikan tutup tangki terpasang kembali dengan benar.

5. Oli, apakah sesuai dengan standard (tinggi permukaan oli mesin), apakah terjadi kebocoran.

6. Rantai Roda, apakah tegangan sesuai dengan standard, telah di lumasi.

7. Mesin, apakah ada kebocoran oli mesin, kekencangan kabel busi atau tutup busi.

8. Kopling, apakah jarak main handle lopling telah sesuai dengan standar, dapat ditekan dengan halus. Untuk touring dianjurkan untuk mempersiapkan kabel kopling cadangan (punya vespa), kabel gas dan rem cadangan.

9. Battery/ Aki, periksa apakah cairan aki berada pada level standar, periksa terminal aki dari karat dan kekendoran.


2. Lakukan Peregangan


Sangat dianjurkan melakukan pemanasan/peregangan sebelum melakukan perjalanan jauh/touring.


3. Posisi berkendara

3.1. Pandangan, melihat jauh kedepan (kea rah yang hendak dituju) agar jarak pandang untuk mendapatkan informasi sekitar menjadi luas.

3.2. Pundak, santai atau rileks.

3.3. Tangan, memegang bagian tengah dari gas tangan dimana anda dapat dengan mudah untuk mengoperasikan handle atau saklar.

3.4. Sikut, dengan sedikit menekuk tangan dan santai.

3.5. Pinggul, duduk pada posisi dimana anda dapat denagn mudah mengoperasikan stang kemudi dan rem.

3.6. Kaki, letakan bagian tengah telapak kaki anda pada sandaran kaki, jari kaki menghadap kedepan, jempol kaki secara ringan berada diatas pedal rem dan pedal gigi.

3.7. Lutut, secara ringan menekan tangki bahan baker diantara paha anda.


4. Pengereman

Biasakanlah melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang bersamaan, dengan penekanan 75 % rem depan dan 250% rem belakang. Pada saat menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling tidak tertekan. Latihlah teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem mendadak tidak terjadi penguncian putaran ban.


5. Dalam Perjalanan, beberapa hal harus diperhatikan :

1. Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat kondisi didepan anda.

2. Waspadai dareah tidak terlihat oleh pengendara lain/Blank spot.

3. Jaga kecepatan berkendara, disesuaikan dengan kondisi lalu lintas. relative sepi, macet, dan banyak penyebrang jalan.

4. Berada di sebelah kiri (kecuali menyalip/mendahului), jangan berkendara sepanjang sisi kanan jalan walau tidak ada kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Selalu waspada dengan kemunculan mendadak dari kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan.

5. Berubah jalur jalan, sangat penting untuk memberi tanda kea rah yang anda tuju bagi pengendara lain dengan menyalakan lampu sein 3 detik sebelum anda merubah jalur. Perhatikan pula kaca spion untuk melihat keadaan disekitar dan memeriksa kendaraan dibelakang sebelum berubah jalur.

6. Melewati persimpangan, ketika akan berbelok sangat penting untuk menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberikan tanda arah yang hendak anda tuju kepada pengguna jalan yang lain. Dianjurkan untuk tidak mengandalkan kaca spion untuk memastika kondisi lalu lintas karena kaca spion memiliki keterbatasan pandangan.

7. Mengendarai dengan satu tangan, sangat tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan keseimbangan pada saat berkendara.

8. Selalu berhenti di belakang garis putih pada saat berhenti di lampu merah/traffic light dan tidak memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan untuk sepeda motor.


6. Rintangan di jalan

Batu kerikil, tanah/Lumpur, oli dan pasir dapat membuat permukaan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk menghindarinya kurangi kecepatan pada permukaan jalan yang baik dan hindari belok terlalu patah dan pengereman terlalu keras saat melalui kondisi jalan seperti ini.

Lubang di jalan dan perbedaan ketinggian pada bahu jalan, terutama pada malam hari, anda tidak mudah melihat seluruh tempat karena cahaya dari lampu depan memiliki keterbatasan untuk menjangkaunya, dan anda kemungkinan menemukannya sudah terlambat, jadi anda harus selalu waspada melihat permukaan jalan didepan anda.

Pejalan kaki yang menyebrang jalan, yang seringkali secara tiba-tiba. Atau binatang ternak yang melintas.


7. Tidak lupa berdoa semoga perjalanan kita lancar dan di jauhkan dari kecelakaan.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer