Tampilkan postingan dengan label Riding Skills. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riding Skills. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Mahir Teknik Pengereman oleh Darwin Holmstrom


Menggunakan rem pada motor jauh lebih “menantang” dibanding pada mobil. Pengendara motor kadang-kadang harus menggunakan kedua tangan dan kakinya secara bersamaan untuk menghentikan laju motornya. Secara bersamaan, dia menarik tuas kopling dengan tangan kiri, ngerem roda depan dengan tangan kanan, menurunkan gigi perseneling dengan kaki kiri, dan menginjak rem roda belakang dengan kaki kanan.

Rem depan lebih penting jika dibandingkan dengan rem belakang. Rata-rata sepeda motor mengandalkan rem depan 70-80 persen dari kemampuan perhentian (stopping power) kendaraan. Jenis motor dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang (misalnya cruisers) lebih mengandalkan rem belakang dari kebayakan motor lainnya, namun tetap saja rem depan bekerja lebih keras daripada rem belakang.

Bertentangan dengan mitos yang beredar selama ini, sepeda motor tidak akan terjungkir balik ke depan jika pengendara mempergunakan rem depan dengan kuat. Pada sepeda motor modern, kita bisa saja “mengangkat” roda belakang saat ngerem roda depan (stunts/free style menyebutnya sebagai “stoppie”), tapi untuk itu perlu skill tersendiri. Jadi bukan hal yang gampang dan lazim, bukan? Perlu upaya sungguh-sungguh dan akan menghabiskan waktumu mencobanya.

Kita perlu melatih feeling terhadap kinerja rem motor, sehingga kita bisa menerapkan gaya pengereman yang sesuai dengan situasi yang terjadi. Kita tentunya tidak mau mengerem terlalu keras sehingga membuat ban motor terkunci dan merosot. Ini terutama untuk ban belakang, yang lebih mudah terkunci daripada roda depan. Apalagi jika roda belakang dilengkapi dengan paket rem cakram.

Roda yang terkunci berbahaya. Ketika roda kita slidding, traksi dan efisiensi pengeraman akan menurun drastis, sementara kemungkinan kita menabrak akan naik secara drastis pula.

Roda Terkunci
Jika roda belakang kita mulai mengunci, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: Pertama adalah low side, jatuh dan slidding di jalan (terus menabrak). Atau kemungkinan kedua high side, yaitu sliding ke satu arah, kemudian jungkir balik ke arah yang lain. High side ini merupakan kejadian terburuk dalam sebuah kecelakaan sepeda motor. Terutama akan terjadi jika kita melepas rem (kembali) ketika terjadi slidding untuk mendapatkan kembali traksi roda terhadap jalan. Sebab akibatnya akan melemparkan motor dan pengendara ke arah yang berlawanan.

Teknik terbaik untuk roda terkunci (dan skidding) adalah : jangan sampai roda kita slip. Tapi, jika itu terjadi, yakni roda belakang slip, maka biarkan roda yang terlanjur terkunci sampai kita berhenti. Jaga pandangan ke depan, jangan ke bawah. Perkecualian: jika terjadi skid (slip) di permukaan yang kasar (misalnya gravel), mungkin kita bisa mendapatkan kembali traksi dengan secara bertahap melepas rem. Kata kuncinya adalah bertahap. Jika roda depan skid, lepaskan rem depan, kemudian rem lagi segera.

Roda Dua vs Roda Empat

Mengendarai roda dua akan melibatkan beberapa dinamika sasi (chassis dynamics), yang tidak kita alami pada kendaraan beroda empat. Daerah kontak yang kecil antara roda dengan permukaan jalan menyebabkan sepeda motor memiliki traksi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil.

Ditambah lagi, motor akan berada pada posisi miring pada saat membelok. Posisi ini membuat traksi lebih mengecil lagi. Banyak pembalap motor yang jatuh karena mereka mengerem pada saat posisi sepeda motor mereka miring di tikungan.Yang lebih rumit, ketika kita berakselerasi (nge-gas), deselerasi (nge-rem), kita sebenarnya memberi tekanan pada sasis sepeda motor dengan membuatnya bergerak-gerak, yang berarti memberi tekanan yang bervariasi ke roda. Pada akhirnya hal ini akan membuat traksi yang kita miliki juga berubah-ubah:

• Karena hukum-hukum fisika yang berlaku pada saat kita berkendara, ada baiknya jika seorang pemula atau pengendara biasa menyelesaikan proses pengereman sebelum membelok. Lakukan pengereman ketika posisi sepeda motor masih tegak, sebelum memiringkannya untuk membelok. Jika pengereman dilakukan saat posisi motor sudah dalam keadaan miring, kemungkinan untuk skid (slip) jauh lebih banyak, dibandingkan posisi tegak. Perlu diingat kembali, pada saat posisi miring, traksi yang kita miliki berkurang jauh.

• Jika kita berkendara terlalu cepat dan perlu mengurangi kecepatan di tikungan, teknik yang paling baik adalah “menegakkan” motor sesaat, melakukan pengereman, lalu balik lagi miring untuk berbelok. Tapi, ini perlu dialukan dengan cepat. Sebab, jika terlalu lama akibat kurang terlatih, kemungkinan besar kita akan “nyusruk” keluar jalan. Jadi, sebaiknya hindari gaya menikung dengan kecepatan tinggi.

Latihan Pengereman
Roda yang terkunci karena pengereman mendadak adalah situasi yang sangat berbahaya. Untuk membantu mengatasi situasi ini, berlatihlah berhenti mendadak di suatu area di mana tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, misalnya di pelataran parkir (yang kosong tentu saja).

Hati-hatilah untuk tidak sampai roda terkunci. Ketika kita berkendara dengan posisi lurus, berlatihlah pengereman sampai sesaat sebelum roda terkunci. Pastikan bahwa kita masih punya banyak ruang di depan sehingga kita bisa mengurangi tekanan pada rem jika terjadi locking. Demikian pula kita masih punya ruang untuk berhenti dengan aman.

Ingat, mengerem sampai titik sesaat sebelum roda terkunci adalah untuk mengatasi jika terjadi kondisi darurat, bukan untuk menciptakan kondisi darurat itu sendiri.

Selama latihan ini, kemungkinan besar kita akan mengalami skid (slip), tapi jika kita bergerak lurus dan tidak panik, mestinya bisa diatasi. Jika panic dan jatuh, mestinya kita juga tidak akan terluka serius, dengan catatan kita mempergunakan safety wear yang baik dan dipergunakan dengan benar.

Latihan ini akan memberikan kepekaan pada kita mengenai batas-batas dalam pengereman pada kondisi darurat, yang akan membuat motor kita berhenti dengan cara yang paling efektif. Hanya jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita membaca apa yang sedang terjadi pada roda-roda motor kita, kita dapat mencoba teknik pengereman ini di jalan umum.

Latihan Lanjutan
Meskipun sudah menjadi “jago” pengereman, kita tetap memerlukan latihan emergency stop secara konstan. Cari tempat yang tidak ada lalu lintas atau hambatan lain, dan coba untuk berhenti secepat mungkin.

Latihan pertama, berhenti hanya dengan menggunakan rem depan. Sesaat begitu kita merasakan roda depan terkunci, lepaskan rem. Begitu kita sudah mengetahui batas-batas rem depan kita, dan dapat secara insting menerapkan pengereman ini dengan cepat, mulailah untuk mencoba menambahkan sedikit pengereman pada roda belakang pada saat yang bersamaan dengan rem roda depan.

Harus diingat bahwa rem depan paling banyak berpengaruh dalam pengereman, sedangkan roda belakang lebih mudah terkunci. Jadi kita seharusnya memberikan tekanan yang berbeda antara rem belakang dibandingkan dengan rem depan.

Tips: Siaga Pengereman
Ketika berkendara di segala macam area berisiko tinggi (yang berarti hampir di semua tempat kita berkendara.), selalu pastikan menjaga rem depan dengan paling tidak dua buah jari tangan menempel di tuasnya. Artinya biasakan untuk selalu berkendara dengan dua jari tangan kanan pada tuas rem depan.

Juga, pastikan bahwa kaki kita selalu pada posisi siap menginjak rem belakang. Dengan tangan dan kaki pada posisi siap menghentikan kendaraan, kita akan memiliki sepersekian detik ekstra untuk berhenti dengan lebih cepat. Ini bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

Penulis: Darwin Holmstrom; Penerjemah: P. Nugrahanto (HTML member); Penyunting: KafeMotor.
Naskah asli dapat diperoleh di http://www.dps.state.mn.us/mmsc/latest/MMSC_PFHome.asp?mid=81
Diskusi panjang dapat pula dibaca di: http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=13234&highlight=Darwin+Holmstrom dan di http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=1461&highlight=Darwin+Holmstrom
Sumber dari http://honda-riders.or.id


Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia.



Sabtu, 01 Mei 2010

Pedoman Bagi Bikers Agar Lebih Safety


Kemacetan lalu lintas belakangan ini membuat banyak orang mengalihkan pilihan Kendaraan ke sepeda motor. Tapi jangan sembarang meluncur ke jalan tanpa tahu cara aman berkendara dengan sepeda motor. Ada baiknya anda simak beberapa langkah dibawah ini.

Peralatan keamanan pastinya penting dipersiapkan. Helm dan jaket adalah atribut wajib. Selain itu tidak ada salahnya juga menggunakan sarung tangan agar saat mengatur gas, tangan tidak licin oleh keringat. Sebelum berangkat, pastikan lampu sen, lampu depan dang belakang serta klakson kendaraan bisa berfungsi dengan baik. Periksa juga kedua ban, apakah tekanan anginnya cukup atau perlu ditambah.

Sekarang anda siap turun ke jalan. Yang penting diingat adalah jangan berpikir kalau pengendara lain selalu melihat anda. Anggap saja anda tidak terlihat oleh pengendara lain. Berpikiran demikian membuat anda berkendara lebih hati-hati. Saat ingin mendahului atau memotong jalan, sebaiknya anda merasa pengendara lain belum tentu melihat anda.

Sisakan jarak aman. Meski kendaraan padat dan macet, pastikan motor anda tidak terlalu dekat dengan kendaraan lainnya. Ruang ini membuat pandangan anda lebih jelas dan bisa lebih baik dalam merespon situasi yang terjadi. Apalagi dalam keadaan kecepatan tinggi, jaga jarak dengan kendaraan lain sebagai antisipasi jika ada pengereman mendadak.

Antisipasi kecelakaan. Jika berada di belakang truk bermuatan besar atau bis kota yang ugal-ugalan tetaplah berhati-hati. Antisipasi resiko yang akan datang ketika berada di dekat dua kendaraan tersebut. Bus kota sering tidak melihat kanan kiri jika ingin menyalip, pastikan motor anda tidak berada di tempat yang berbahaya. Begitu juga dengan truk, jaga jarak sehingga jika terjadi sesuatu anda bisa melakukan
antisipasi tindakan dengan cepat.

Berhati-hati melewati belokan. Seringkali pada sebuah belokan, motor berada tertutup di belakang mobil sehingga hal ini sangat berbahaya. Kendaraan dari arah yang berbeda bisa saja tak melihat dan mengakibatkan kecelakaan. Usahakan agar anda selalu terlihat oleh pengendara sekitar. Begitu juga saat ada belokan ke kiri, seringkali
motor yang berada di jalur kiri dan mengarah lurus tidak mengantisipasi mobil yang akan berbelok ke kiri. Selalu perhatikan keadaan sekitar, jika berada di jalur kiri maka antisipasi kendaraan yang berbelok dan kendaraan dari arah belokan. Bunyikan klakson dan kedipkan lampu untuk memberi tanda. Pelankan kendaraan setiap berbelok, kadang anda tidak bisa melihat apakah ada truk atau lubang besar yang bisa membahayakan di belokan tersebut.

Stop kebut-kebutan. Dalam cuaca panas, bisa saja keadaan emosi ikutan panas. Hindari konflik di jalan karena akan mengacaukan pikiran dan mengurangi konsentrasi. Tetap tenang dan fokus pada tujuan anda. Jangan mudah terpancing juga pada pengendara lain yang menantang untuk kebut-kebutan. Jika keadaan sangat emosional, lebih baik berhenti sebentar. Minum air jika memungkinkan dan lanjutkan perjalanan jika sudah tenang.

Beri jalan pada kendaraan yang ingin lebih cepat. Jika di belakang ada mobil yang mengklakson, beri jalan dengan sedikit menempi dan memperlambat laju motor. Usahakan juga jangan mengekor kendaraan di depan anda. Jika kendaraan di depan tidak melihat motor anda maka bisa saja terjadi bahaya jika dia berbelok atau berhenti mendadak.

Hati-hati berkendara di terik matahari karena sering membuat orang silau. Beberapa helm dilengkapi dengan kaca film untuk mengurangi teriknya sinar matahari atau gunakan kacamata hitam yang sebisa mungkin tiak menghalangi pandangan mata. Jika cahaya sangat menyilaukan sebaiknya anda menepi dahulu untuk melihat situasi. Jika memungkinkan ubah arah ke tempat yang lebih teduh.

Hindari berkendara di tengah malam terutama di malam Sabtu dan malam Minggu. Pada kedua malam tersebut, biasanya banyak orang yang baru keluar dari klub dalam keadaan mabuk. Jika sangat terpaksa, pastikan lampu motor anda menyala dan gunakan helm berwarna terang yang bisa menyala dalam gelap.

Terakhir, jangan lupa selalu bawa surat-surat kendaraan untuk memudahkan jika terjadi masalah di tengah jalan. Seringkali ada razia yang memeriksa surat-surat kendaraan. Lengkapi juga motor anda dengan kunci pengaman tambahan apalagi jika anda sering meninggalkan kendaraan di tempat umum dalam waktu yang cukup lama. Kapasitas motor maksimal hanya dua orang, jadi jangan membahayakan diri anda dengan mengendarai
motor lebih dari dua orang.

Sumber : Motorplus-online.com dan http://honda-riders.or.id

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda karena Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia.


Rabu, 28 April 2010

7 Skenario Tabrakan


Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yang didasari dari kecelakaan yang sebenarnya dimana si pengendara motor yang bersangkutan tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yang salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dengan mempelajari kesalahan mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yang biasanya pengendara lain yang terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dengan defensive riding dan tetap awas.

Apa yang salah :

Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yang melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :

* jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas-jelas perpotongan jalur tersebut bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
* masuki tiap perpotongan jalur dengan sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu-lampu sen, tapi jangan menyimpulkan apa-apa. Nantikan yang tidak dinanti nanti.
* tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu-ragu siapkan yang terburuk.

2. Tikungan yang Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yang pantas untuk itu. Tetap hidup, dalam kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dengan keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yang sudah lama tak bawa motor adalah yang terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yang mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yang salah :

Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yang tidak tepat hingga terlalu dekat dengan jalur arah lawan dan gagal menikung dengan benar hingga panik (ada yang menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dengan kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :

* rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda-taanda marka jalan kemana arah tikungan tersebut.
* masuki garis tikungan dengan penglihatan terbaik untuk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dengan menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
* jika tiba-tiba tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

3. Mendahului yang Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dalam kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yang melaju lebih lambat.

Apa yang salah :

Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tersebut ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dengan tak ada waktu dan jarak lagi untuk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dengan kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :

* kunci mendahului adalah perencanaan yang matang, jangan gak sabaran, terburu-buru atau agresif, posisikan diri anda dengan penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yang pas untuk menaikkan akselerasi.
* perhatikan jalan didepan dengan seksama, adakah hal-hal yang berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan untuk mendahului.
* lihat kaca spion dan area yang tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

4. Pemilahan yang Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran-kendaraan di jalanan yg ramai adalah praktis maju yang terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yang salah :

Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yang akan didahului, tiba-tiba salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :

* berkendaralah dengan kecepatan yang memungkinkan anda untuk berhenti atau bermanuver dengan tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yang akan didahului.
* duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda-tanda yang berpotensi bahaya, awas terhadap lampu-lampu sen kendaraan lain, perempatan-perempatan, pejalan kaki yang menyeberang dan lain-lain, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yang Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dengan teman-teman bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tidak termasuk dalam catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sebagai faktor penyumbang yang tidak bisa diabaikan. Problem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan untuk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman-temnannya. Berkendaralah dengan kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yang salah :

4 motor atau lebih berkendara kelompok, dengan 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tersebut sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba-tiba satu motor didepan tersebut juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yang dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :

* kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhadap teman-teman kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yang banyak untuk mereka, jangan coba-coba menerka apa aksi dan manuver yang akan mereka lakukan.
* beri kejelasan terhadap teman-teman kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda-tanda yang jelas.
* ketika mendahului, pertimbangkan pula teman-teman kelompok berkendara di sekitar yang dibelakang dengan memberi ruang gerak yang cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dengan motor yang ada didepan.

5. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yang melibatkan kendaraan yang memutar di U-Turn dgn pengendara motor yang melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba-tiba, jangan percaya pada lampu sen yang diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yang padat merayap, kendaraan yang antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

6. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yang masih muda, laki laki dan mengendarai motor yang kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dengan "pemandangan" yang ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yang menyala didepan atau tanda-tanda yang menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering-seringlah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yang sepi dan beraspal bagus untuk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yang maksimal.

7. Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yang ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yang dilakukan didapat data sebagai berikut :

Mobil

* gagal melihat dengan semestinya 18%
* gagal memutuskan10%
* kecerobohan 9%
* manuver yang buruk 8%
* kehilangan kendali 8%

Motor

* kehilangan kendali 14%
* gagal melihat dgn semestinya 14%
* gagal memutuskan10%
* manuver yang buruk 10%
* kecerobohan 9%

Artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford.


Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Selasa, 27 April 2010

Belok Bukan Sembarang Belok

Kesadaran masing-masing pengemudi baik itu mobil dan motor terhadap aturan-aturan yang tidak tertulis, berkaitan dengan tata krama di jalan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kecelakaan. Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai kesadaran, pola berpikir, tata krama yang sama di jalan.

Artikel ini di buat untuk mencoba menyampaikan aturan tidak tertulis tadi yang semoga dapat diingat selalu saat kita berkendara baik dengan motor maupun mobil di jalan.

BELOK - 1

Sering terjadi saat mobil (C) akan berbelok ke kiri, tiba-tiba muncul sepeda motor (A) dari sisi kiri atau sisi dalam belokan. Beruntung apabila mobil (C) melihat ada sepeda motor tersebut di sisi kirinya, jika tidak, maka motor (A) akan terjepit oleh mobil tersebut.

Mengapa bisa terjadi kecelakaan?

Pengemudi mobil (C) yang akan berbelok ke kiri, pertama-tama akan berkonsentrasi melihat ke arah kanan (1) melihat adanya mobil lain dari arah kanan (E), kemudian dia akan melihat mobil dari arah kiri (2) (D) untuk mulai berbelok ke kiri.

Saat seperti itu umumnya pengemudi mobil tidak terpikir untuk melihat sisi kiri mobil apakah aman atau tidak.

Sekalipun melihat spion, umumnya posisi sepeda motor yang menyelip masuk tidak terlihat karena masuk dalam sudut BLIND SPOT (sudut tidak terlihat oleh kaca spion).

Pengendara motor (B) posisinya benar, dia berjalan di belakang mobil yang sedang berbelok, sehingga aman. Pengendara motor (B) pun harus melihat kondisi lalin dari arah kanan, dan mengatur jarak dengan mobil di depannya saat berbelok.

BELOK - 2

Sering terjadi juga, saat mobil akan masuk jalur di seberangnya pada suatu pertigaan, sepeda motor yang ikut berbelok dengan arah yang sama mengambil ruang gerak belok mobil. Hal ini sangat berbahaya apabila si pengendara mobil tidak melihat dan menginjak rem saat sepeda motor itu memotong jalur beloknya.

Sebaiknya, pengendara motor menunggu mobil tersebut berbelok pada ruang geraknya dan tidak memotorngnya.

BELOK - 3

Pada jalan yang tidak terlalu ramai, sering terjadi motor atau mobil berbelok dengan mengambil jalur arah berlawanan saat memasuki pertigaan atau tikungan.

Untuk itu mobil atau motor yang akan memasuki tikungan atau pertigaan, sempatkan untuk membunyikan klakson atau menyalakan beam (jika malam) agar pengendara lain tau akan ada mobil / motor yang keluar tikungan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Sebaiknya tetaplah berjalan di jalur masing-masing. Bayangkan ada garis pembatas jalur (imajiner) yang tidak boleh kita langgar saat berbelok, juga perlu berhenti, sebelum berbelok apabila ada kendaraan lain dari arah berlawanan yang akan lurus (C), sehingga aman.

BELOK - 4

Kecelakaan antar sesama sepeda motor sering terjadi saat memasuki suatu tikungan. Ketika salah satu pengendara motor menyusul memasuki tikungan dan mengambil jalur belok sepeda motor di belakangnya, sehingga apabila pengendara yang dibelakang tidak sigap, akan terjadi kecelakaan.

Sebaiknya tetaplah berbelok di jalurnya, bayangkan garis belokan yang akan kita lalui maupun yang akan dilalui oleh pengendara di dekat kita, sehingga kita tidak mengambil atau menyerobot jalur beloknya.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Rabu, 14 April 2010

SAFETY RIDING - Tiga Langkah Mengurangi Resiko Kecelakaan di Jalan Raya


1. Lakukan "PERSIAPAN"

Pastikan sepeda motor dalam keadaan fit sebelum digunakan. Cek rem, spion,stang, lampu sein, aki, tekanan angin ban, oli, bensin, rantai dan lainnya.Buatlah urutan pengecekan ini setiap harinya. Apabila menemukan kelainan segera perbaiki ke teknisi atau bengkel langganan anda.
Pastikan surat-surat kendaraan (SIM, STNK) lengkap dan tidak tertinggal dirumah.
Selalu membawa peralatan bengkel (tool kit) untuk persiapan dalam perjalanan Lakukan pemanasan ringan sebelum berangkat.

2. Lakukan "PERILAKU BAIK DI JALAN RAYA"


Taati peraturan lalu lintas dan hormati pengendara lain. Walaupun siang hari,nyalakan lampu agar lebih terlihat oleh pengendara lain Jangan segan untuk menggunakan klakson, lebih baik berhati-hati dari pada terlanjur celaka Jangan mengerem mendadak, karena kendaraan tidak akan langsung berhenti dan itu merupakan salah satu penyebab terbesar kecelakaan.
Naikkan gigi bertahap, tambah kecepatan juga bertahap Selama menikung, jaga kemiringan dan kecepatan motor. Kurangi kecepatan saat menikung karena apabila terlalu cepat motor akan bisa keluar jalur dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan Jangan egois dan mudah marah.
Mudah emosi adalah salah satu kebodohan pengendara yang bisa berakibat fatal. Jangan menyalip atau belok dengan kecepatan tinggi apalagi di antara ruang yang kecil. Bila mengantuk, sakit, sedang sedih dan mudah bengong, sebaiknya tidak usah dipaksakan naik motor sendiri Jangan melawan arah. Karena ukuran motor kecil, seringkali pengendara mengambil jalur arah berlawanan yang kosong.

3. Lakukan "SELALU GUNAKAN PERLENGKAPAN KESELAMATAN"

HELM
adalah perlengkapan terpenting bagi pengendara sepeda motor. Karena penyebab kematian terbanyak pengendara sepeda motor saat terjadi kecelakaan adalah karena benturan keras di kepala dan wajah.. Oleh karena itu, wajib selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, guna meminimalisir dampak buruk bila terjadi kecelakaan. Jangan menggunakan helm tanggung yang hanya menutupi sebagian kecil kepala (cetok). Pastikan tali helm terpasang dengan pas dan benar. Gunakan helm yang berwarna terang dan mencolok. Sebelum kendaraan dijalankan, pastikan tali helm sudah terpasang dengan pas dan benar sampai terdengar bunyi "Klik !"

JAKET dan CELANA
Pilih jaket lengan panjang yang menutupi tangan secara menyeluruh dan celana panjang yang menutupi sampai ke mata kaki. Jaket harus melindungi tubuh dari leher hingga pinggang. Pilih jaket dengan warna terang khususnya saat malam hari, karena biasanya sesama pengendara dikenali lewat warna pakaiannya. Lebih baik lagi bila kita memasang protector di pundak,punggung, siku dan sepanjang tulang tangan.

SEPATU
sepatu terbaik bagi pengendara sepeda motor adalah jenis sepatu boots dari bahan kulit yang khusus untuk pengendara sepeda motor. Pilih yang ada haknya sedikit, solnya tidak terlalu tebal dan bahannya terbuat dari karet agar tidak licin. Gunakan sepatu yang ukurannya satu kali lebih besar,karena biasanya kaki akan bengkak bila kita berkendara dalam waktu yang lama.

SARUNG TANGAN
Saat terjadi kecelakaan, telapak tangan adalah bagian yang paling cepat dan refleks merespon. Telapak tanganlah yang biasanya langsung menyentuh aspal dan menahan tubuh bila kita terjatuh. Sarung tangan yang baik tidak terlalu ketat dan tidak terlalu kaku agar tidak mengganggu gerak jari. Sarung tangan yang baik terbuat dari bahan campuran serat kabon dan Kevlar. Bahkan dari kulit juga bagus karena bahan ini relative tidak meneruskan panas ke telapak tangan saat terjadi gesekkan.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


Minggu, 11 April 2010

AMAN DAN NYAMAN DALAM PERJALANAN


Seringkali kita melakukan sebuah perjalanan, jarak jauh atau dekat tetap merupakan sebuah perjalanan. Adalah Keinginan semua orang melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, tetunya selamat sampai tujuan. Berikut beberapa tips sebelum dan selama melakukan perjalanan;

1. Persiapan Kendaraan

Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling mengetahu kondisi layak dan tidaknya motor anda.

1. Instrument lampu, periksa apakah lampu sein, lampu rem, klakson dan lampu depan semua menyala dengan baik.

2. Rem, periksa apakah rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, khususnya rem depan karena lebih efektif dalam pengereman. Periksa juga tinggi permukaan minyak rem cukup, jarak main tuas rem.

3. Roda, periksa ban dari pemakaian dan keretakan (kedalaman alur ban harus lebih dari 0.8 mm), tekanan ban dan velk (speleng) atau jari-jari.

4. Bahan bakar. Periksa apakah cukup untuk mencapai jarak tujuan, kebocoran disekitar karburator dan pastikan tutup tangki terpasang kembali dengan benar.

5. Oli, apakah sesuai dengan standard (tinggi permukaan oli mesin), apakah terjadi kebocoran.

6. Rantai Roda, apakah tegangan sesuai dengan standard, telah di lumasi.

7. Mesin, apakah ada kebocoran oli mesin, kekencangan kabel busi atau tutup busi.

8. Kopling, apakah jarak main handle lopling telah sesuai dengan standar, dapat ditekan dengan halus. Untuk touring dianjurkan untuk mempersiapkan kabel kopling cadangan (punya vespa), kabel gas dan rem cadangan.

9. Battery/ Aki, periksa apakah cairan aki berada pada level standar, periksa terminal aki dari karat dan kekendoran.


2. Lakukan Peregangan


Sangat dianjurkan melakukan pemanasan/peregangan sebelum melakukan perjalanan jauh/touring.


3. Posisi berkendara

3.1. Pandangan, melihat jauh kedepan (kea rah yang hendak dituju) agar jarak pandang untuk mendapatkan informasi sekitar menjadi luas.

3.2. Pundak, santai atau rileks.

3.3. Tangan, memegang bagian tengah dari gas tangan dimana anda dapat dengan mudah untuk mengoperasikan handle atau saklar.

3.4. Sikut, dengan sedikit menekuk tangan dan santai.

3.5. Pinggul, duduk pada posisi dimana anda dapat denagn mudah mengoperasikan stang kemudi dan rem.

3.6. Kaki, letakan bagian tengah telapak kaki anda pada sandaran kaki, jari kaki menghadap kedepan, jempol kaki secara ringan berada diatas pedal rem dan pedal gigi.

3.7. Lutut, secara ringan menekan tangki bahan baker diantara paha anda.


4. Pengereman

Biasakanlah melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang bersamaan, dengan penekanan 75 % rem depan dan 250% rem belakang. Pada saat menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling tidak tertekan. Latihlah teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem mendadak tidak terjadi penguncian putaran ban.


5. Dalam Perjalanan, beberapa hal harus diperhatikan :

1. Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat kondisi didepan anda.

2. Waspadai dareah tidak terlihat oleh pengendara lain/Blank spot.

3. Jaga kecepatan berkendara, disesuaikan dengan kondisi lalu lintas. relative sepi, macet, dan banyak penyebrang jalan.

4. Berada di sebelah kiri (kecuali menyalip/mendahului), jangan berkendara sepanjang sisi kanan jalan walau tidak ada kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Selalu waspada dengan kemunculan mendadak dari kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan.

5. Berubah jalur jalan, sangat penting untuk memberi tanda kea rah yang anda tuju bagi pengendara lain dengan menyalakan lampu sein 3 detik sebelum anda merubah jalur. Perhatikan pula kaca spion untuk melihat keadaan disekitar dan memeriksa kendaraan dibelakang sebelum berubah jalur.

6. Melewati persimpangan, ketika akan berbelok sangat penting untuk menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberikan tanda arah yang hendak anda tuju kepada pengguna jalan yang lain. Dianjurkan untuk tidak mengandalkan kaca spion untuk memastika kondisi lalu lintas karena kaca spion memiliki keterbatasan pandangan.

7. Mengendarai dengan satu tangan, sangat tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan keseimbangan pada saat berkendara.

8. Selalu berhenti di belakang garis putih pada saat berhenti di lampu merah/traffic light dan tidak memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan untuk sepeda motor.


6. Rintangan di jalan

Batu kerikil, tanah/Lumpur, oli dan pasir dapat membuat permukaan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk menghindarinya kurangi kecepatan pada permukaan jalan yang baik dan hindari belok terlalu patah dan pengereman terlalu keras saat melalui kondisi jalan seperti ini.

Lubang di jalan dan perbedaan ketinggian pada bahu jalan, terutama pada malam hari, anda tidak mudah melihat seluruh tempat karena cahaya dari lampu depan memiliki keterbatasan untuk menjangkaunya, dan anda kemungkinan menemukannya sudah terlambat, jadi anda harus selalu waspada melihat permukaan jalan didepan anda.

Pejalan kaki yang menyebrang jalan, yang seringkali secara tiba-tiba. Atau binatang ternak yang melintas.


7. Tidak lupa berdoa semoga perjalanan kita lancar dan di jauhkan dari kecelakaan.

Percayakan Honda sebagai motor yang safety bagi anda, karena Honda pelopor safety riding di Indonesia.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer