Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Si Cantik Si Bunga Bangkai, Flora Khas Bengkulu


Ada hal yang perlu diluruskan, ketika ditanya tentang Bunga Bangkai maka hampir semuanya menjawab bahwa Bunga Bangkai adalah Bunga Raflesia. Jelas suatu pemahaman yang keliru. Demikian juga berita di  TV yang  kebetulan sedang menampilkan “Bunga Bangkai” yang tumbuh di pekarangan rumah warga dan menjadi tontonan warga. Sayang seribu sayang, penyiar TV menyebutkan bahwa itu adalah Bunga Raflesia dengan lengkap menyebutkan nama latinnya. Padahal gambar yang ditayangkan adalah gambar Bunga Bangkai. Jelas hal tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. Kejadian seperti itu di TV bukanlah baru sekali atau dua kali ditemui, melainkan sudah beberapa kali. Bukan hanya TV, media cetak maupun beberapa artikel di internet juga salah persepsi akan hal itu.  Artinya, banyak yang masih rancu memahami Bunga Raflesia dan Bunga Bangkai.

Bunga Bangkai yang di kenal juga dengan Bunga Kibut (Amorphophallus titanum) adalah Bunga Majemuk Terbesar di Dunia, endemik Sumatera. Merupakan Flora Identitas Provinsi Bengkulu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 48 tahun 1989. Di sebut Bunga Bangkai karena mengeluarkan bau busuk untuk mengundang kumbang dan lalat  penyerbuk bagi bunganya. Bunga Bangkai berbeda dengan Bunga Rafflesia karena Bunga Bangkai memiliki daun dan batang, termasuk dalam suku talas-talasan ( Araceae ).

Bunga Bangkai terdiri atas dua bagian utama : seludang dan tongkol dan memiliki siklus hidup yang unik " dua tahap", yaitu masa berdaun ( vegetatif ) dan masa berbunga ( generatif ). Kedua tahapan itu selalu diselingi oleh masa istirahat. Daur hidup bunga ini berlangsung antara 20-40 tahun, sejak mulai biji hingga pertama kali berbunga.

Ada beberapa dari jenis bunga ini yang bermanfaat. Daun muda dan buah dimanfaatkan sebagai sayuran,  juga bermanfaat untuk  pengobatan tradisional yaitu sebagai obat disentri, sakit telinga, kolera, masalah pernafasan, untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, untuk obat sakit rematik dan juga masalah pencernaan, bahkan, umbi dari bunga bangkai jenis Amorphophalus paeonifolius dapat di jadikan bahan makanan karena mengandung karbohidrat yang tinggi.

Di Bengkulu ada 4 Jenis Bunga Bangkai yang terpantau oleh Komunitas Peduli Puspa Langka, tumbuh dan berkembang hampir di semua hutan yang ada di Prop. Bengkulu terutama di Cagar Alam Taba Penanjung Kab. Bengkulu Tengah dan Hutan Lindung Bukit Daun Tebat Monok Kab. Kepahiang. 4 Jenis tersebut yaitu :
a. Amorphophallus titanum

b. Amorphophallus gigas, merupakan bunga majemuk tertinggi di dunia yang dapat menghasilkan bunga setinggi 5 m

c. Amorphophallus paeonifolius

d. Amorphophallus variabilis

*dari berbagai sumber
*photo koleksi Komunitas Peduli Puspa Langka & Internet

Rabu, 01 Juni 2011

Ekpedisi Raflesia VII KPPL Bengkulu

MEKARNYA bunga rafflesia memang selalu menjadi perhatian banyak orang, karena memang sangat jarang ditemui. Kali ini mekarnya bunga yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu itu kembali mekar di Desa Tebat Monok dengan diameter kurang lebih 70 cm. Mekar sejak Rabu, 25 Mei 2011, Lokasi "pintu masuknya" berada sekitar 500 meter setelah gerbang perbatasan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kepahiang, ditempuh sekitar 1 jam menggunakan sepeda motor dari Kota Bengkulu.


Rafflesia Arnoldii mekar sempurna hari ke-5


Dari pinggir jalan,Lokasi menuju tempat tumbuhnya bunga pun lumayan jauh sekitar 300 meter dari tepi jalan. Ada spanduk penunjuk dan bendera utk memudahkan menemukan lokasi. Medan yang akan dilalui membuat serasa benar-benar berpetualang ke hutan belantara.

Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu dalam Ekspedisi Rafflesia VII, Minggu 29 Mei 2011


Dari pintu rimba, kita akan melewati jalur menurun yang cukup licin sekitar 200 meter, lalu selanjutnya sekitar 100 meter menyusuri anak sungai.

Ramenta, inilah yang menetukan jenis spesies Bunga Rafflesia


Piringan tengah Rafflesia "Diskus" dan Duri-duri "Prosesus"


Knop/Bongkol Rafflesia, cikal bakal bunga Rafflesia


Ekspedisi Rafflesia VII


Minggu, 29 Mei 2011 Pukul 08.30 WIB, Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu melanjutkan Ekpedisi Rafflesia VII, rekan-rekan KPPL yang ikut cukup banyak dibanding ekspedisi sebelumnya. Danau Dendam Tak Sudah jadi lokasi untuk berkumpul sebelum berangkat, ada yang pake motor dan ada juga pake mobil. Pukul 10.00 kita mulai konvoi menuju hutan Bengkulu.


Pukul 11 lewat kita sampai di lokasi, bertemu dengan Pak Holidin Bersaudara yang selalu semangat menjaga dan mengelola habitat Rafflesia. Kurang Lebih setengah jam kita beristirahat sejenak duduk di bangku panjang bambu buatan pak Holidin bersaudara, memulihkan kondisi tubuh yang cukup letih menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, sambil berbincang-bincang dengan pak Holidin dan rekan-rekan KPPL.


Pukul 12.30 kita memulai penjelajahan, menyusuri 300 m hutan dan akhirnya melewati anak sungai yang mengalir jernih. Rafflesia Arnoldii kali ini mekar sempurna dengan diameter 75cm. Tampak beberapa serangga hinggap di kelopak dan prosesus (duri pada bagian dalam bunga). Di lokasi ini ada 11 bongkol/cikal bakal Rafflesia, 2 diantaranya diperkirakan bulan Juli 2011 nanti bakal mekar, kemungkinan bisa mekar 2 Rafflesia sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

kita juga menemukan bunga cantik berwarna pink seperti bunga unji sejenis jahe2an yang ternyata informasi dari dang Tun Jang bunga ini adalah
Hornstedtia rubra. bisa lihat poto lengkapnya di

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1799653957255.2095580.1416979848, juga ulat kaki seribu dengan ukuran yg lumayan besar. disini juga tumbuh tanaman kibut jenis Gigas tetapi masih kecil, juga tanaman paku2an raksasa.


Hornstedtia rubra


Tanaman Kibut, Jenis Gigas

Ulat Kaki Seribu

Pukul 14.00 kita kembali naik keatas, benar-benar melelahkan tapi puas banget. Diatas kita kembali istirahat sambil sharing-sharing kembali bersama rekan-rekan komunitas dan Pak Holidin, Tak disangka pak Holidin memberi kami oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Bengkulu "Sekarung Alpukad" wow :D makasih banyak Pak Holidin dan keluarga :)

Kita akhirnya berphoto bersama dan pukul 15.00 kita berpamitan untuk pulang :)

Nantikan Ekspedisi Rafflesia VIII di akhir bulan Juli 2011 bersama KPPL Bengkulu, rasakan serunya berpetualang bersama menjelajahi hutan hujan tropis bengkulu yg eksotis. (SOFIAN)



Minggu, 13 Februari 2011

Rosella : Tanaman Obat Kaya Manfaat

Rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah jenis tanaman herbal yang dikenal sebagai tanaman permata dunia karena memiliki manfaat untuk pengobatan yang tinggi. Rosella di masyarakat Indonesia telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Dan sekarang banyak pakar atau ahli kesehatan dunia yang melakukan penelitian tentang manfaat rosella untuk kesehatan.

Rosella mengandung banyak elemen penting baik untuk kesehatan.Kandungan dari masing-masing 100 g ekstrak Rosella adalah:
- Kalori 147,12 Kcal
- Lemak 0 g Jumlah
- Lemak jenuh (lemak jenuh) 0 g
- Kolesterol 0 mg-Sodium 21,89 mg
- Total Karbohidrat 36,64 g
- Serat 0 g-Gula 34,48 g
- Protein 0,14 g-Vitamin A 113,46 mg
- Vitamin C 214,68 mg
- Kalsium 13,06 mg

Bunga rosella kaya vitamin C & Beta-karoten. Dengan minum secara teratur dapat diperoleh dari keuntungan sebagai berikut:
- Menurunkan tekanan darah & kolesterol
- Menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes
- Menetralkan/mengeluarkan racun dalam tubuh (detoksifikasi)
- Mengurangi panas dalam & sembelit
- Menetralisir asupan makanan berlemak
- Menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit
- Mengatasi gangguan asam urat

Teh Rosella juga baik dikonsumsi untuk anak-anak dan orang dewasa serta dapat dijadikan sebagai minuman keluarga.

Sumber : http://www.rosella-online.net/

Kelopak bunga Rosella, rasanya enak, memiliki efek farmakologis yang bermanfaat seperti diuretik (melancarkan air seni), onthelmintic (membasmi cacing), antibakteri, antiseptik, antiradang, menurunkan panas, meluruhkan dahak, menurunkan tekanan darah, mengurangi kekentalan darah, dan menstimulasi gerak peristaltik usus. Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri. Kelopak Rosella dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah.

Rosella dengan nama Latin Hibiscus sabdariffa ini sedang naik daun. Padahal tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Dulu kelopak Rosella dikenal sebagai frambozen yang digunakan sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Sekarang ini, kelopak Rosella dikenal sebagai bahan minuman dan disebut teh Rosella. Tanaman yang masih kerabat bunga sepatu ini banyak ditemukan sebagai tanaman pagar.

Rosella yang selama ini dikenal sebagai bunga, sebenarnya adalah kelopak buah. Karena bentuknya seperti bunga (terlebih jika telah dikeringkan), maka orang menyebutnya bunga Rosella.

Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir. Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya, staf pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor ini menemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin.

MENANAM ROSELLA
Pada prinsipnya tanaman Rosella dapat hidup di kondisi lahan, cuaca, serta suhu apapun, akan tetapi di setiap daerah yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda pula. Rosella dapat hidup di ketinggian 0-900 m di atas permukaan laut. Rosella tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 m dpl. Pertumbuhan Rosella dapat optimal di kisaran 20-34 derajat celcius. Rosella merupakan tanaman semusim, hanya mengalami satu kali masa produktif. Batang Rosella akan tumbuh dari satu titik tumbuh. Batangnya tumbuh relatif tinggi yaitu 1-3 meter dan lebar bisa mencapai 2 meter.

Media Tanam
a. Lahan Terbuka
Dibuat alur/bedengan setinggi 15-20 cm. Tanah diberi pupuk kandang 2 kg/10 m2. Jarak tanam 1 x 1 m. Jika tanah subur maka rosela umumnya tumbuh setinggi 2-3 m dan lebar tajuk 1-1,5 m.

b. Polibag/pot
Untuk lahan yang sangat terbatas bisa menggunakan polibag dengan hasil tanam yang terbatas, biasanya tinggi pohon hanya mencapai 40-70 cm. Media polibag juga dapat dijadikan media penyiapan benih hingga berumur 1 bulan (15-20 cm).

Pembenihan (skala kecil/pemula)
Biji dibuat kecambah dengan cara direndam dalam air selama 24 jam dan ditutup dengan kapas basah selama 2-3 hari. Tanamlah biji yang telah menjadi kecambah langsung pada lahan yang telah disiapkan atau polibag. Basahi kapas setiap hari hingga semua biji berkecambah atau menyisakan biji tidak dapat berkecambah (biasanya sekitar 10 hari). Cara ini mengurangi kemungkinan rusaknya biji oleh serangga tanah atau pembusukan jika ditanam langsung, cara ini kurang efektif untuk penanaman skala besar.

Sumber : http://www.sinartani.com/budidaya/rosella-tanaman-rumahan-kaya-manfaat-1224476159.htm

Selasa, 04 Januari 2011

Manfaat dan Khasiat Buah Melon


Anda barangkali sering meremehkan buah melon yang Anda makan. Padahal buah yang murah meriah ini mengandung banyak khasiat yang luar biasa sebagai pencegah penyakit. Sekitar 95% daging buah melon mengandung air, sehingga bisa memberi rasa dingin dan efek yang menyejukkan. Karena mempunyai sifat menyegarkan, buah melon dapat meredakan rasa panas dalam perut. Buah melon banyak mengandung Vitamin A, B dan C serta mengandung protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit. Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan menggangu pencernaan, khususnya pada organ lambung.

Kandungan nutrisi buah melon adalah 15,00 mg kalsium; 25,00 mg fosfor; 0,5 mg besi; 34 mg Vitamin C; 640 mg I.U Vitamin A; dan 0,03 mg Vitamin B1. Buah melon mengandung antikoagulan yang disebut dengan adenosine sehingga mampu menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke atau jantung. Sementara itu, kandungan karotenoid buah melon yang tinggi dapat mencegah kanker dan menurunkan resiko serangan kanker paru-paru karena merupakan senyawa utama penyerang penyakit kanker.



Buah melon mempunyai daya diuretik yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim yang parah dan akut. Jika dikombinasikan dengan buah lemon, maka buah melon dapat menumpas penyakit asam urat. Jadi ada baiknya Anda mengkonsumsi buah melon sehari sekali secara rutin pada pagi hari.

Jadi kesimpulannya, manfaat buah melon bagi kesehatan tubuh kita adalah:

Sebagai antikanker.
Membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit.
Menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke.
Mencegah penggumpalan darah.
Menurunkan resiko penyakit ginjal.
Menyembuhkan penyakit eksim.
Mencegah dan menyembuhkan panas dalam.

Senin, 26 Oktober 2009

Kumis Kucing


Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu.

Tanaman ini memiliki sejumlah khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Menurut buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia karya Dr Setiawan Dalimartha, seperti dikutip situs pusat data perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (Persi), bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.

Herba tanaman ini rasanya manis namun sedikit pahit. Herba kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing. Untuk mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tigha gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Bagi yang menderita infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (volume sedikit dan anyang-anyangan), bisa dicoba penyembuhannya dengan ramuan herba segar daun kumis kucing, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram lalu dicuci sampai bersih. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga gelas air hingga hanya tersisa setengahnya. Setelah dingin, air tersebut kemudian diminum masing-masing setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.

Untuk mengobati kencing batu, 90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minumlah sebanyak tiga kali sehari masing-masing sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya sembuh.
Sumber : http://www.pandaisikek.net/index.php?option=com_content&task=view&id=118&Itemid=44

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer