Kamis, 24 Mei 2012

Data Rafflesia dan Amorphophalus Mekar Selama Januari - Mei 2012 di Bengkulu


Bengkulu  atau terkenal dengan sebutan BUMI RAFFLESIA merupakan rumah bagi bunga tunggal terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii,  yang bisa mencapai diameter 110 cm. Di samping itu Propinsi Bengkulu juga habitat bunga majemuk terbesar di dunia, Amorphophallus tinanum (Bunga Kibut atau bangkai)bunga tertinggi di dunia Amorphophallus gigas, dan bunga aggrek terpanjang di dunia, Gramtophyllum specium (anggrek macan).   Khususnya Rafflesia arnoldii sudah terkenal di dunia, sehingga banyak wisatawan asing yang tertarik melihatnya, malah di Malaysia salah satu jenis Rafflesia dipakai sebagai ikon untuk turisme.   

Propinsi Bengkulu sendiri sering menamakan dirinya sebagai BUMI RAFFLESIA (the land of Rafflesia).   Oleh karena itu, moto ini sebetulnya dapat digunakan sebagai  strategi membentuk “branch image” yang tepat dalam rangka membangun segmentasi yang kuat di dalam pasar turisme yang semakin besar di masa-masa mendatang.   Hal ini  disebabkan karena Rafflesia terkenal di seluruh dunia karena dua hal yaitu; 1). Keunikannya, dimana tumbuhan terdiri dari bunga saja, tanpa daun dan tanpa batang; dan 2)  Rafflesia hampir dipastikan menjadi bacaan wajib bagi siswa SMA dan Universitas di seluruh dunia.   Namun disisi lain, sangat disayangkan keberadaan Rafflesia di Bengkulu tidak cukup mendapat perhatian dan tidak dikelola secara memadai, sehingga menimbulkan kekawatiran kepunahan jenis, yang sekaligus menghilangkan kesempatan untuk dapat dimanfaatkan sebagai ikon pariwisata, yang pada akhirnya dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Laporan tentang keberadaan jenis Rafflesia arnoldii terbanyak datang dari Propinsi Bengkulu.  Walaupun pada dasarnya jenis ini dapat dijumpai sepanjang pegunungan Bukit Barisan.  Tahun lalu (2011)  dari pemantauan Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) telah mekar Rafflesia arnoldii sebanyak 14 (empat belas) kuntum yang menyebar di hutan-hutan Bengkulu diantaranya di Kab. Kepahiang, Kab. Lebong, Kab. Bengkulu Tengah, Kab. Mukomuko dan Kab. Kaur.

Tahun 2012 ini periode Januari hingga Mei, dari pemantauan KPPL telah mekar Rafflesia arnoldii sebanyak 11 (sebelas) kuntum dan Amorphophalus titanum sebanyak 2 (dua) kuntum di Cagar Alam Taba Penanjung Bengkulu Tengah dan Hutan Lindung Bukit Daun  Tebat Monok Kepahiang. Berikut kami laporkan data Rafflesia arnoldii dan Amorphophalus titanum yang mekar selama Januari-Mei 2012 yang dihimpun oleh tim ekspedisi KPPL :

1. Rafflesia arnoldii mekar di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 27 Januari 2012, dengan diameter 60  cm

2. Rafflesia arnoldii mekar di HL Bukit Daun Tebat Monok Kepahiang, 29 Januari 2012, dengan diameter 75 cm

3. Rafflesia arnoldii mekar  di HL Bukit Daun Tebat Monok Kepahiang, 2 Februari 2012, dengan diameter 80 cm

4.  Rafflesia arnoldii mekar  di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 20 Februari 2012, dengan diameter 40 cm

5. Amorphophalus titanum mekar di penangkaran Amorphophalus Tebat Monok Kepahiang, 22 Februari 2012, dengan ketinggian 2,5 m

6. Rafflesia arnoldii mekar di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 10 Maret 2012, dengan diameter 50 cm

7. Rafflesia arnoldii mekar  di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 22 Maret 2012, dengan diameter 50 cm.

8. Rafflesia di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 1 April 2012 2012, dengan diameter 50 cm, ketika KPPL ekspedisi kesini  bunga telah hampir membusuk karena sudah mekar hari ke-5

9. Dua kuntum Rafflesia arnoldii mekar bersamaan di HL Bukit Daun Tebat Monok Kepahiang, 1 April 2012, dengan diameter bunga pertama 80 cm dan bunga kedua 75 cm

10. Rafflesia arnoldii mekar  di HL Bukit Daun Tebat Monok Kepahiang, 23 April 2012, dengan diameter 80 cm.

11. Amorphophalus titanum mekar di lahan perkebunan Taba Penanjung, 28 April  2012, dengan ketinggian 1,5 m.

12. Rafflesia arnoldii mekar di CA Taba Penanjung Bengkulu Tengah, 4 Mei 2012, dengan diameter 85 cm

Ikuti ekspedisi KPPL berikutnya memantau dan meninjau lokasi habitat puspa langka, mari bergabung bersama Komunitas Peduli Puspa Langka. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita bersama dan akan tetap terus diupdate, mhn juga partisipasi semua rekan-rekan jika ada informasi bunga Rafflesia dan bunga Amorphophalus mekar di kabupaten lain di provinsi Bengkulu untuk segera menginfokan kepada Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) untuk segera di lakukan pemetaan dan pendataan, terima kasih. Salam Lestari !

Rabu, 23 Mei 2012

Yuk! kenali 4 Jenis Rafflesia yang ada di Bengkulu


  1. Rafflesia arnoldii, paling populer, paling banyak yang ada di hutan Prop. Bengkulu, Paling banyak di kenal oleh masyarakat karena ditemukan pertama kali oleh Sir Stamford Raffles dan Dr Joseph Arnold pada tahun 1818 di desa Pulo Lebbar (Kec. Pino Raya) 30 km dari Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan, menjadi icon lambang Prop. Bengkulu. Rafflesia arnoldi merupakan jenis yang terbesar di dunia (The Biggest of Flower in The World) dengan diameter 70-110 sentimeter. Rafflesia Arnoldii di juluki jg sebagai Patma Raksasa dan mendapat predikat sebagai Puspa Langka Nasional (Kepres No. 4/1993)
  2. Rafflesia gadutensis Meijer.  Rafflesia gadutensis dapat ditemukan di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan Kab. Mukomuko dan Bengkulu Utara.  Memiliki diameter berkisar antara 40-46 cm, gadutensis berasal dari kata Ulu Gadut, yaitu satu nama bukit Gadut di propinsi Sumatra Barat, dimana asal specimen species ini dideskripsikan oleh Meijer 1984. Ditemukannya Habitat Rafflesia gadutensis di Dusun Lama Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko baru-baru ini merupakan hal yang luar biasa dan menggembirakan, habitat ini harus segera mendapat perlindungan agar keberadaannya tetap lestari. 
  3. Rafflesia hasseltii Suringar.  Merupakan jenis Rafflesia yang paling cantik. Jenis ini dideskripsikan oleh Suringar pada tahun 1879 berdasarkan spesimen yang dikumpulkan dari Muara Labuh, Sumatera Barat.  Karena pola bercak dan warna di helai perigon, oleh penduduk lokal, jenis ini sering dinamakan cendawan merah-putih (Zuhud dkk, 1998) atau cendawan harimau. Rafflesia Haseltii memiliki diameter bunga 35-70 cm. Hanya ada satu populasi yang produktif dari jenis ini yang masih dapat dijumpai yaitu diperbatasan antara Ketenong II, Kab. Lebong Prop. Bengkulu.                                                                                                                                                                               
  4. Rafflesia bengkuluensis ( Agus Susatyaya, Arianto & Mat-Salleh 2005), species ini membawah nama Bengkulu di kata keduanya yaitu bengkuluensis, untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini di deskripsikan. Bengkuluensis merupakan jenis baru dari Indonesia, dgn diameter bunga 50-55 cm. Mempunyai sebaran geografis terbatas di lembah Talang Tais atau di wilayah daerah aliran sungai Tais, yang terletak di sebelah barat laut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan                                                                                                                                       
Sumber : di ringkas dari buku Rafflesia, Pesona Bunga Terbesar di Dunia (Agus Susatya, 2011)
Photo : Komunitas Peduli Puspa Langka & Internet

Selasa, 22 Mei 2012

Anggrek Pensil (Papillionanthe hookeriana)


Anggrek pensil  mempunyai warna yang indah dan menawan serta mempunyai kesegaran yang cukup tahan lama (22 hari) dan merupakan salah satu jenis anggrek di Indonesia yang dapat merebut hati masyarakat Inggris, sehingga pada tahun 1882 dinobatkan sebagai Ratu Anggrek dan mendapat hadiah First Class Certificate.


Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Lobb di Labuan, Kalimantan. Nama  Papillionanthe hookeriana diberikan sebagai penghormatan terhadap Sir William Jackson Hooker seorang mahaguru ahli botani yang pernah menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Kew, Inggris.

MORFOLOGI

Akar anggrek pensil mempunyai akar hawa, berbentuk bulat memanjang keluar dari buku batang sebanyak satu atau lebih setiap bukunya, berwarna putih suram dan hijau muda pada bagian ujungnya.


Batang berbentuk bulat beruas-ruas 4-5 cm dan tertutup oleh seludang atau upih yang sisinya saling berlekatan. Cabang keluar dari batang anggrek pensil dapat mencapai 2,5 m tingginya.

Daun anggrek pensil terdiri atas upih yang berbentuk tabung  dan helaian daun yang bulat memanjang , meruncing kearah ujung seperti pensil, panjang daun 7-13 cm mempunyai warna sedikit hijau muda atau sedikit agak tua.


Bunga besar bergaris tengah 5-6 cm, daun kelopak 3 helai yang diatas berwarna kebiru-biruan dengan urat-urat halus yang berwarna lebih gelap, kadang berbentuk bercak ungu sedangkan daun kelopak samping berwarna putih.

Buah pada umumnya berbentuk bulat memanjang meruncing kearah tangkai buah, pinggiran bersegi, panjang 6-5 cm dengan garis tengah  2 cm. Di dalamnya terdapat ribuan bijih halus, untuk panjang tangkai buah 2,5 – 3 cm.

TAKSONOMI

Devisi                    : Spermathophyta
Subdivisio            : Angiospermae
Kelas                     : Monocotyledoneae
Ordo                      : Orchidales
Famili                    : Orchidaceae
Genus                   : Papillionanthe
Species                 : Papillionanthe hookeriana


HABITAT

Habitat anggrek pensil berada di rawa-rawa. Di habitat yang asli anggrek pensil hidup menumpang pada bunga bakung (Crinum Asiaticum) tetapi anggrek ini tidak menggantungkan hidupnya pada bunga bakung.

Di Propinsi Bengkulu anggrek pensil hidup di rawa-rawa sekitar Danau Dendam Tak Sudah di dalam kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar yang terletak kurang lebih 3-4 Km dari pusat kota.

STATUS PERLINDUNGAN

Anggrek Papillionanthe hookeriana menurut PP Nomor 77 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa termasuk jenis tumbuhan yang di lindungi.

Sumber : BKSDA Prop. Bengkulu

Senin, 21 Mei 2012

Si Cantik Si Bunga Bangkai, Flora Khas Bengkulu


Ada hal yang perlu diluruskan, ketika ditanya tentang Bunga Bangkai maka hampir semuanya menjawab bahwa Bunga Bangkai adalah Bunga Raflesia. Jelas suatu pemahaman yang keliru. Demikian juga berita di  TV yang  kebetulan sedang menampilkan “Bunga Bangkai” yang tumbuh di pekarangan rumah warga dan menjadi tontonan warga. Sayang seribu sayang, penyiar TV menyebutkan bahwa itu adalah Bunga Raflesia dengan lengkap menyebutkan nama latinnya. Padahal gambar yang ditayangkan adalah gambar Bunga Bangkai. Jelas hal tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. Kejadian seperti itu di TV bukanlah baru sekali atau dua kali ditemui, melainkan sudah beberapa kali. Bukan hanya TV, media cetak maupun beberapa artikel di internet juga salah persepsi akan hal itu.  Artinya, banyak yang masih rancu memahami Bunga Raflesia dan Bunga Bangkai.

Bunga Bangkai yang di kenal juga dengan Bunga Kibut (Amorphophallus titanum) adalah Bunga Majemuk Terbesar di Dunia, endemik Sumatera. Merupakan Flora Identitas Provinsi Bengkulu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 48 tahun 1989. Di sebut Bunga Bangkai karena mengeluarkan bau busuk untuk mengundang kumbang dan lalat  penyerbuk bagi bunganya. Bunga Bangkai berbeda dengan Bunga Rafflesia karena Bunga Bangkai memiliki daun dan batang, termasuk dalam suku talas-talasan ( Araceae ).

Bunga Bangkai terdiri atas dua bagian utama : seludang dan tongkol dan memiliki siklus hidup yang unik " dua tahap", yaitu masa berdaun ( vegetatif ) dan masa berbunga ( generatif ). Kedua tahapan itu selalu diselingi oleh masa istirahat. Daur hidup bunga ini berlangsung antara 20-40 tahun, sejak mulai biji hingga pertama kali berbunga.

Ada beberapa dari jenis bunga ini yang bermanfaat. Daun muda dan buah dimanfaatkan sebagai sayuran,  juga bermanfaat untuk  pengobatan tradisional yaitu sebagai obat disentri, sakit telinga, kolera, masalah pernafasan, untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, untuk obat sakit rematik dan juga masalah pencernaan, bahkan, umbi dari bunga bangkai jenis Amorphophalus paeonifolius dapat di jadikan bahan makanan karena mengandung karbohidrat yang tinggi.

Di Bengkulu ada 4 Jenis Bunga Bangkai yang terpantau oleh Komunitas Peduli Puspa Langka, tumbuh dan berkembang hampir di semua hutan yang ada di Prop. Bengkulu terutama di Cagar Alam Taba Penanjung Kab. Bengkulu Tengah dan Hutan Lindung Bukit Daun Tebat Monok Kab. Kepahiang. 4 Jenis tersebut yaitu :
a. Amorphophallus titanum

b. Amorphophallus gigas, merupakan bunga majemuk tertinggi di dunia yang dapat menghasilkan bunga setinggi 5 m

c. Amorphophallus paeonifolius

d. Amorphophallus variabilis

*dari berbagai sumber
*photo koleksi Komunitas Peduli Puspa Langka & Internet

Rabu, 09 November 2011

Bulan Madu ke Hutan Rafflesia - Adira - Faces of Indonesia

Bulan Madu ke Hutan Rafflesia - Adira - Faces of Indonesia

Pesona Air Terjun Curug Embun Kepahiang - Adira - Faces of Indonesia

Pesona Air Terjun Curug Embun Kepahiang - Adira - Faces of Indonesia

PERINGATAN HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL 2011 DI BENGKULU OLEH KOMUNITAS PEDULI PUSPA LANGKA


Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada tahun 1993 berdasarkan Kepres Nomor 4 tahun 1993 yang ditandatangani langsung oleh Presiden RI kala itu, H. M. Soeharto.

Komunitas Peduli Puspa langka (KPPL) untuk pertama kalinya di Bengkulu mengusung beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2011 ini, tema yang diangkat adalah The Pride Of Bengkulu : “Lestarikan Puspa dan Satwa demi Masa Depan Bumi Kita” dan “Mari mengenal lebih dekat puspa langka kebanggaan kita demi kelestariannya”.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian, perlindungan, dan pelestarian puspa langka di Propinsi Bengkulu, dimana di Propinsi Bengkulu terdapat 4 (empat) puspa langka yang patut dibanggakan yaitu Rafflesia arnoldii (bunga terbesar), Amorphophallus titanium (bunga tertinggi), Grammathopyllum speciosum (anggrek terpanjang) dan Vanda Hookeriana (anggrek pensil terlangka). Keberadaan Rafflesia Arnoldii sebagai bunga terbesar di dunia yang ada di hutan Bengkulu sangat minim perhatian pemerintah maupun masyarakat, habitatnya di hutan yang terancam akibat perambahan liar menyebabkan populasi Rafflesia Arnoldii semakin hari semakin berkurang bahkan diambang kepunahan. Harapan kita icon Propinsi Bengkulu sebagai “The Land of Rafflesia” tidak hanya sekedar slogan saja tetapi memang benar adanya.

Aksi Simpatik “Peduli Puspa Langka Kebanggaan Kito”

Kegiatan ini akan berlangsung di Simpang Lima Kota Bengkulu pada Tanggal 5 November 2011 bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, dari pukul 09.00 WIB s.d 11.00 WIB. Aksi simpatik yang dilakukan adalah kampanye lingkungan “Peduli Puspa Langka Kebanggan Kito”, mengajak massa untuk peduli dan bangga terhadap keberadaan puspa langka di Bengkulu dengan menyebarkan stiker dan brosur. Maskot Rafflesia Arnoldii, Duta Wisata Bengkulu bersama seluruh anggota Komunitas Peduli Puspa Langka dan pihak-pihak terkait terjun langsung dalam aksi ini.

Lomba Mewarnai Puspa Langka untuk TK/PAUD se-Kota Bengkulu

Ajang kreatifitas sekaligus sosialisasi pengenalan puspa langka kepada anak-anak usia dini TK/PAUD akan berlangsung di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu pada tanggal 12 November 2011.

Pameran Photo

Pameran photo seputar Puspa Langka dan Ragam Bengkulu, akan berlangsung di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu pada tanggal 11-13 November 2011.

Pameran Puspa Langka

Puspa langka yang akan dipamerkan antara lain Tanaman Inang Rafflesia arnoldii (Liliana/Testrastigma), Tanaman Kibut (Amorphophallus), dan Anggrek Tebu/Macan (Grammathopyllum speciosum) berlangsung di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu pada tanggal 11-13 November 2011.

Pameran Seni Rupa

Para seniman Bengkulu akan menampilkan lukisan, kerajinan kulit lantung, cinderamata khas Bengkulu dan masih banyak lagi pada tanggal 11-13 November 2011 di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu.

***

Semoga kegiatan ini dapat berlanjut terus pada tahun-tahun berikutnya, sukses dan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Tetap semangat untuk memajukan propinsi kita tercinta.

Salam KPPL, Salam Lestari ....

Sabtu, 23 Juli 2011

The Jungle Expedition

Puluhan bongkol rafflesia di temukan, 2 diantara na diperkirakan bakal mekar berbarengan akhir Juli/awal Agustus ini, KPPL bersama Peneliti Rafflesia melihat langsung perkembangan cikal bakal Rafflesia yang bakal mekar sempurna dalam waktu dekat ini dan meneliti utk memprediksikan waktu kpn tepat na mekar sempurna dalam "Jungle Expedition" (Selasa, 19/7/2011) : Menelusuri dan menjelajahi hutan hujan tropis Bengkulu dengan keanekaragaman flora dan fauna yg ada di dalamnya, anak sungai yg mengalir jernih dan menikmati udara segar, bebas dari polusi.

Ekspedisi kali ini kita tidak hanya memasuki hutan yang terdapat habitat Rafflesia tetapi juga memasuki hutan konservasi kibut/bunga bangkai/amorphophalus titanum yang dikelola oleh Holidin bersaudara. Lokasi ini berada di Hutan Lindung Bukit Daun Desa Tebat Monok Kab. Kepahiang. Ketika memasuki lokasi ini pohon Tampuy sedang berbuah lebat, buah tampuy mirip seperti buah Cupak/Rambey yang rasa na asam-asam manis, bedanya dengan buah cupak/rambey, buah Tampuy memiliki kulit buah yang cukup tebal dan agak keras, isi dalamnya berwarna kuning sedangkan buah Cupak/Rambey kulit na lembut dan isi dalamnya berwarna bening/putih. Kami semua akhir na mencicipi buah Tampuy langsung dari pohonnya yang di ambil dengan cara menjuluk oleh Pak Holidin.

Ada 5 pohon kibut jenis titan di konservasi ini yang tumbuh subur dengan ketinggian dan batang pohon yang cukup besar. semuanya dipagari agar tidak di ganggu oleh hewan liar hutan. Sudah tidak sabar lagi ingin melihat pohon kibut ini nantinya berbunga, pasti cukup besar dan tinggi sekali, belum bisa diperkirakan kapan bunga kibut ini mekar sebelum pohonnya mati secara alami dan dari umbinya muncul kembali tunas bunga.

Ekspedisi semakin seru, ketika hujan deras mengguyur kami, pondokan pak holidin jadi tempat berteduh hingga hujan berhenti. Sekitar pukul 15.00 kami pulang dan berpamitan dengan Pak Holidin bersaudara, sebelumnya KPPL memberikan bantuan dana sukarela utk pengelolaan puspa langka di hutan kepahiang.

Perjalanan pulang semakin menyenangkan ketika kami berhenti utk makan duren di pinggir jalan, manggis, dan petai pun jadi buruan :). Nantikan Video Ekslusif Liputan kami langsung dari Hutan Bengkulu.

Mari kita dukung Holidin Bersaudara, Pelestari Rafflesia yang selalu semangat menjaga dan mengelola habitat Rafflesia di hutan Bengkulu. Mari kita lindungi hutan bengkulu dari perambahan agar flora dan fauna yang ada didalam na tetap lestari. Nantikan Ekspedisi Rafflesia selanjutnya dalam waktu dekat ini (Akhir Juli/Awal Agustus 2011) dimana akan mekar Rafflesia 2 sekaligus, extraordinary fresh :)

Salam KPPL, Salam Lestari ...

Rabu, 01 Juni 2011

Ekpedisi Raflesia VII KPPL Bengkulu

MEKARNYA bunga rafflesia memang selalu menjadi perhatian banyak orang, karena memang sangat jarang ditemui. Kali ini mekarnya bunga yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu itu kembali mekar di Desa Tebat Monok dengan diameter kurang lebih 70 cm. Mekar sejak Rabu, 25 Mei 2011, Lokasi "pintu masuknya" berada sekitar 500 meter setelah gerbang perbatasan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kepahiang, ditempuh sekitar 1 jam menggunakan sepeda motor dari Kota Bengkulu.


Rafflesia Arnoldii mekar sempurna hari ke-5


Dari pinggir jalan,Lokasi menuju tempat tumbuhnya bunga pun lumayan jauh sekitar 300 meter dari tepi jalan. Ada spanduk penunjuk dan bendera utk memudahkan menemukan lokasi. Medan yang akan dilalui membuat serasa benar-benar berpetualang ke hutan belantara.

Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu dalam Ekspedisi Rafflesia VII, Minggu 29 Mei 2011


Dari pintu rimba, kita akan melewati jalur menurun yang cukup licin sekitar 200 meter, lalu selanjutnya sekitar 100 meter menyusuri anak sungai.

Ramenta, inilah yang menetukan jenis spesies Bunga Rafflesia


Piringan tengah Rafflesia "Diskus" dan Duri-duri "Prosesus"


Knop/Bongkol Rafflesia, cikal bakal bunga Rafflesia


Ekspedisi Rafflesia VII


Minggu, 29 Mei 2011 Pukul 08.30 WIB, Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu melanjutkan Ekpedisi Rafflesia VII, rekan-rekan KPPL yang ikut cukup banyak dibanding ekspedisi sebelumnya. Danau Dendam Tak Sudah jadi lokasi untuk berkumpul sebelum berangkat, ada yang pake motor dan ada juga pake mobil. Pukul 10.00 kita mulai konvoi menuju hutan Bengkulu.


Pukul 11 lewat kita sampai di lokasi, bertemu dengan Pak Holidin Bersaudara yang selalu semangat menjaga dan mengelola habitat Rafflesia. Kurang Lebih setengah jam kita beristirahat sejenak duduk di bangku panjang bambu buatan pak Holidin bersaudara, memulihkan kondisi tubuh yang cukup letih menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, sambil berbincang-bincang dengan pak Holidin dan rekan-rekan KPPL.


Pukul 12.30 kita memulai penjelajahan, menyusuri 300 m hutan dan akhirnya melewati anak sungai yang mengalir jernih. Rafflesia Arnoldii kali ini mekar sempurna dengan diameter 75cm. Tampak beberapa serangga hinggap di kelopak dan prosesus (duri pada bagian dalam bunga). Di lokasi ini ada 11 bongkol/cikal bakal Rafflesia, 2 diantaranya diperkirakan bulan Juli 2011 nanti bakal mekar, kemungkinan bisa mekar 2 Rafflesia sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

kita juga menemukan bunga cantik berwarna pink seperti bunga unji sejenis jahe2an yang ternyata informasi dari dang Tun Jang bunga ini adalah
Hornstedtia rubra. bisa lihat poto lengkapnya di

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1799653957255.2095580.1416979848, juga ulat kaki seribu dengan ukuran yg lumayan besar. disini juga tumbuh tanaman kibut jenis Gigas tetapi masih kecil, juga tanaman paku2an raksasa.


Hornstedtia rubra


Tanaman Kibut, Jenis Gigas

Ulat Kaki Seribu

Pukul 14.00 kita kembali naik keatas, benar-benar melelahkan tapi puas banget. Diatas kita kembali istirahat sambil sharing-sharing kembali bersama rekan-rekan komunitas dan Pak Holidin, Tak disangka pak Holidin memberi kami oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Bengkulu "Sekarung Alpukad" wow :D makasih banyak Pak Holidin dan keluarga :)

Kita akhirnya berphoto bersama dan pukul 15.00 kita berpamitan untuk pulang :)

Nantikan Ekspedisi Rafflesia VIII di akhir bulan Juli 2011 bersama KPPL Bengkulu, rasakan serunya berpetualang bersama menjelajahi hutan hujan tropis bengkulu yg eksotis. (SOFIAN)



Selasa, 31 Mei 2011

Air Terjun "Curug Embun" Kepahiang



Setelah menjelajah hutan Bengkulu dalam ekspedisi Rafflesia VII bersama KPPL Bengkulu, Minggu 29 Mei 2011, saya dan beberapa teman melanjutkan perjalanan ke kota Kepahiang. Di pasar Kepahiang kita membelil nasi bungkus utk bekal perjalan menuju Objek wisata Air terjun Curug Embun. dari Pasar Kepahiang menuju lokasi air terjun waktu tempuh dgn kendaraan bermotor kurang lebih sekitar 15 menit.
Sampai di sana ada papan nama petunjuk utk menuju lokasi, motor menumpang parkir di rumah penduduk setempat, kebetulan sang pemilik rumah sedang mengumpulkan kopi yg telah di jemur, dengan ramah mempersilahkan kami memarkirkan motor. Di lokasi ini banyak sekali tumbuh bunga2 yg indah dan berwarna warni.
Ketika memasuki lokasi menuju air terjun, disepanjang sisi jalan kita menemukan lagi berbagai macam bunga2 yg indah dan juga tanaman kopi. Berkebun Kopi nampaknya menjadi mata pencaharian utama penduduk disini.

Untuk memasuki kawasan air terjun ini kita dipungut retribusi 2 rb rupiah/org, dan parkir 2 rb/kendaraan.

Air terjun Curug Embun Kabawetan ini memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan air terjun dengan ketinggian 100 meter dan panorama pegunungan dengan udara yang sejuk. di sepanjang pinggiran air terjun tumbuh banyak tanaman bunga yg cantik.

Beberapa anak-anak penduduk asli asyik mandi dikedalaman 4 m, membuat kami jadi ingin mandi jg, karena waktu sdh sore akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang ke Bengkulu melewati perkebunan teh kabawetan, udara sejuk selalu menemani kami selama perjalan dengan panoraman pemandangan alam yg luar biasa indah.
Memasuki kawasan Ds. Tebat Monok, kami singgah sebentar untuk membeli oleh2 buah2an yang banyak dijual penduduk setempat di pinggir jalan, ada pisang, pepaya, ubi jalar, alpokad, dll. Ekpedisi kali ini benar2 luar biasa :)

Bagi wisatawan dari luar bengkulu, Obyek wisata yg terdapat di Desa Tapak Gedung Kepahing Jl. Perum Kepahiang Beringin tiga ini , berjarak sekitar 60 Km dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu dan dapat tempuh dengan kendaraan umum. Rute yang anda harus ambil setelah mendarat di Bandara Fatmawati yaitu menuju kabupaten kepahiang yang berjarak 60 km dari pusat Kota Bengkulu, Sesampai di kota Kabupaten Kepahiang, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tapak gedung yang berjarak 10 km dari kota Kepahiang. (SOFIAN)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mohon di Klik

Entri Populer